20 Juni 2021

BI Siapkan 3,4 Trilyun Untuk Nataru

2 min read

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel saat memberi keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Natal tinggal 3 hari lagi, begitu juga Tahun Baru sudah di depan mata. Ditambah lagi, perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru tersebut, berbarengan dengan libur semester anak sekolah selama 2 pekan ke depan. Kondisi ini tentunya membuat kebutuhan uang meningkat, termasuk di Kalimantan Selatan. Bank Indonesia sebagai bank sentral yang menerbitkan dan mendistribusikan uang Rupiah ke seluruh Indonesia, sudah mempersiapkan trilyunan dana segar untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru.  Khusus kantor perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, menyiapkan dana hingga sebesar 3,4 miliar rupiah.

Kepada wartawan, deputi kepala perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Muhammad Irwan mengatakan, dana yang disiapkan hampir dua kali lipat, dari angka perkiraan kebutuhan uang tunai pada Natal dan tahun baru kali ini.

“Kami perkirakan kebutuhan uang untuk perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalimantan Selatan mencapai 2,13 trilyun rupiah. Namun kami siapkan dana hingga hampir dua kali lipatnya,” jelasnya.

Irwan mengatakan, perkiraan kebutuhan uang untuk perayaan Natal dan Tahun Baru itu, merupakan hasil penghitungan pihak perbankan yang diserahkan kepada Bank Indonesia. “Namun kami justru mempersiapkan jumlah yang jauh lebih besar, sebagai persiapan seandainya terjadi lonjakan permintaan yang tidak terduga. Mengingat pada akhir tahun ini,  sejumlah perusahaan juga membagikan bonus akhir tahun. Selain itu,  pada masa liburan anak sekolah, tentunya akan banyak pengeluaran pula,” tambahnya.

Selain itu, kantor Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan, dipastikan tetap membuka layanan penukaran uang pada 29 dan 30 Desember 2018, atau bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu. Khususnya untuk melayani penukaran uang emisi 1998 dan 1999, yang masa berlakunya akan berakhir pada 31 Desember 2018.

Yakni uang kertas nominal 100 ribu rupiah bergambar Sukarno – Hatta, dengan desain kertas menyerupai plastik. Kemudian uang kertas 50 ribu rupiah bergambar pahlawan nasional WR Supratman, uang kertas 20 ribu rupiah bergambar Ki Hajar Dewantara, serta uang kertas 10 ribu rupiah bergambar Cut Nyak Dien. Hal ini sesuai dengan peraturan Bank Indonesia nomor 10 tahun 2018.

Sebelumnya pada 25 November 2008,  empat jenis uang kertas tersebut sudah dicabut dan ditarik dari peredaran. Namun masyarakat diberi waktu hingga 10 tahun, untuk menukarkan uang yang mereka miliki,  dan akan berakhir pada tahun ini. Karena penukaran uang hanya dapat dilakukan di kantor Bank Indonesia Pusat, atau kantor perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia, maka pelayanan khusus pada 29 dan 30 Desember diberlakukan. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.