21 Juni 2021

Amran: Garap Rawa, Kalsel akan Jadi Lumbung Pangan Luar Jawa

2 min read

Menteri Pertanian saat diwawancara usai kunjungan kerja di desa Tajau Landung Banjar pada Selasa (18/12).

BANJAR – Penghujung tahun 2018, menteri pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menyambangi provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini adalah untuk menggiatkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).
“Kami jalankan proyek strategis untuk provinsi Kalimantan Selatan. Mimpi besar kami Kalimantan Selatan menjadi penopang pangan di luar Jawa,” jelas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk kabupaten Banjar, pada Selasa (18/12) pagi.
Amran mengaku optimis, program ini akan memberi dampak baik pada semua pihak. Apalagi program SERASI merupakan mimpi lama yang baru terealisasi pada penghujung tahun ini.
“Saya yakin dengan program SERASI, petani dapat untung 6 kali lipat. Pertama, produktivitas meningkat dari 2 ton menjadi 6 ton per hektare. Selain itu, waktu menanam jauh lebih singkat, dari 25 hari menjadi 3 jam. Tentunya ini sesuai dengan misi kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Provinsi Kalimantan Selatan sendiri merupakan satu dari enam provinsi yang dijadikan proyek percontohan program SERASI. Lima provinsi lainnya adalah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Lahan rawa di wilayah Kalimantan Selatan yang sudah teridentifikasi berpotensi digarap sebagai lahan pertanian, mencapai 450 ribu hektare. Sebagai pilot project program SERASI adalah seluas 200 ribu hektare lahan rawa pasang surut dan lebak.
“Strategi percepatan implementasi ini adalah mencari alternatif lahan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan. Apalagi potensi lahan rawa di Indonesia sangat besar,” ujar Amran.

Khusus untuk optimasi lahan rawa di wilayah ini, kementrian pertanian mengirimkan bantuan berupa puluhan alat mesin pertanian (alsintan) seperti
eksavator besar, eksavator kecil, traktor roda empat, RMU (mesin penggiling padi), pompa air untuk irigasi, benih, pupuk, dan lain-lain.
Dalam program SERASI, pemerintah mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui konsep koperasi yang dikorporasikan. Selama setahun, program SERASI akan dibiayai oleh pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banjar Khalilurrahman menyampaikan, bahwa kabupatennya memiliki lahan sawah seluas 500 ribu hektare. Lahan pertanian disebutnya terus berkurang karena alih fungsi lahan pertanian.
“Potensi lahan rawa di sini masih sangat luas. Karena itu kami sangat menyambut positif proyek SERASI di kabupaten kami,” ujar bupati dalam sambutannya.
Saat ini menurut Khalilurrahman, mayoritas lahan sawah masih ditanami setahun sekali. Karena itu sangat diharapkan, melalui program SERASI, pertanaman dapat dilakukan dua hingga tiga tahun sekali.
Sementara itu kepada wartawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan Faturrahman mengatakan, lahan pasang surut di desa Tajau Landung yang menjadi proyek percontohan SERASI, adalah seluas 200 hektare. Dimana ditargetkan, jika program ini sukses berjalan, dapat meningkatkan produktivitas menjadi 50 – 60 ton per hektare.
“Apalagi penggarapan di lahan pasang surut Tajau Landung ini jauh lebih mudah dibanding Jejangkit. Di sini lahan sudah lama digarap sebagai kawasan pertanian, dan tinggal mengoptimalkan menjadi tiga kali tanam, dan setiap lahan sudah ada yang menggarap. Sedangkan Jejangkit murni pembukaan lahan rawa tidur menjadi pertanian produktif,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.