20 Juni 2021

Lawan Kebohongan, Kominfo Gelar Deklarasi Anti Hoax

2 min read

Suasana pembacaan Deklarasi Anti Hoax di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (13/12).

BANJARMASIN – Prihatin dengan maraknya peredaran berita bohong atau popular dengan istilah Hoax, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Deklarasi Anti Hoax di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (13/12).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 200 pelajar tingkat SMA dan Mahasiswa di kota Banjarmasin. Kepala Diskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’I mengatakan kasus berita hoax mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mengutip data dari Kementerian Kominfo, dimana pada tahun 2016 berita hoax terjadi sekitar 300an kasus, pada tahun 2017 sekitar 7.000an kasus, dan hingga November 2018 ada sebanyak 24.246 kasus.

Untuk itu, Diskominfo bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat diantaranya kalangan pelajar, mahasiswa, para ASN, TNI/Polri untuk menangkal dan memerangi berita-berita hoax yang sering beredar di media sosial.

Dengan Deklarasi Anti Hoax ini, Yanuar berharap masyarakat bisa bijaksana dalam menyebarkan informasi dan menggunakan media sosial.

“Sehingga kita bisa memilih mana berita yang benar dan mana berita hoax. Sehingga ia bisa memilah mana berita yang bisa disebarkan di media sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Heriansyah mengajak masyarakat Kalsel untuk berusaha menangkal berita hoax, karena berita hoax ini pada akhirnya akan dapat mengganggu tatanan masyarakat banua termasuk kesatuan NKRI.

Selain itu, belakangan ini berita hoax sudah terasa dari informasi yang dibaca sehari-hari. Apalagi kini memasuki tahun politik, tentu diharapkan masyarakat memberikan kontribusi terhadap Anti Hoax sehingga ketika Kalsel menyambut Pemilu 2019 nanti dalam kondisi damai dan tidak ada pertentangan.

“Yang utama adalah bagaimana melawan berita hoax itu dari diri pribadi kita masing-masing, kemudian dari masyarakat dan secara terus-menerus mengedukasi cerdas dalam bermedia sosial,” pungkasnya. (NRH/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.