20 Juni 2021

PD Pasar Bauntung Batuah Upayakan Potensi PAD

2 min read

Saat suasana rapat dengar pendapat berlangsung di Komisi II DPRD Banjar.

BANJAR – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah yang merupakan perusahaan milik Kabupaten Banjar diharapkan dapat menggali potensi untuk dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kurun waktu 4 tahun perusahaan daerah yang bergerak dibidang pengeloaan pasar di Kabupaten ini tidak pernah melakukan perubahan tarif, baik sewa tempat usaha maupun jasa pelayanan fasilitas pasar, khususnya retribusi kebersihan pasar, yang tentunya berdampak pada peningkatan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karena itu pihak PD Pasar Bauntung Batuah akan melakukan beberapa langkah evaluasi untuk menggali potensi PAD, namun sebelum melakukan langkah tersebut pihak PD Pasar Bauntung Batuah telah melakukan dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Banjar, Senin (3/12) yang melibatkan pihak pemerintah kabupaten. Seperti asisten 2 Setda Banjar, Kabag Ekonomi dan Badan pengawas PD Pasar Bauntung Batuah, agar nantinya kebijakan yang di ambil dalam upaya peningkatan potensi PAD sesuai dengan harapan semua pihak.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah saat di temui mengatakan, dari rapat dengat pendapat tersebut komisi II mengharapkan PD Pasar Bauntung Batuah dapat menggali perkembangan potensi pendapatan di lingkungan pasar, dengan cara melakukan penata kelolaan pasar yang tepat, baik tempat usaha maupun tempat parkir dan juga Kebersihan di lingkungan pasar, terkait dengan apa yang diharapkan oleh Komisi II, Rusdi mengatakan pihaknya sudah berkomitmen akan hal tersebut.

Untuk itu, Rusdi mengusulkan dengan kondisi saat ini, Peraturan Bupati (Perbub) Banjar harus dilakukan perubahan, karena menurutnya berdasarkan beban dari pada kebijakan yang diambil, dari yang sebelumnya rugi menjadi untung.
“terhadap nilai sewa tempat, jasa pelayanan fasilitas pasar, khususnya retribusi kebersihan, dilakukan evaluasi
Karena semuanya pasti akan berpengaruh terhadap PAD,” ungkap Rusdi.

Selain itu menurut Rusdi sampah limbah pasar yang ditahun 2019 mendatang berencana dikenakan tarif sebesar Rp65.000 Pertonase untuk pembuangan sampah limbah pasar ke TPA, hal tersebut berdasarkan informasi yang dia dapat dari DLH Banjar, dan ini tentunya akan berimbas pula terhadap kontribusi PAD PD Pasar Bauntung Batuah.

“Untuk limbah pasar yang dihasilkan setiap harinya sekitar 15 hingga 20 Ton yang harus kita buang. Tentunya ini akan membebani keungan kita, mengingat selama ini kita tidak pernah dibebani untuk pembuangan sampah limbah pasar,” ujar Rusdi.

Lebih lanjut Rusdiansyah menambahkan terkait dengan potensi PAD yang di inginkan pihak komisi II sebenarnya pihaknya sudah melakukan beberapa progres, disamping itu beberapa pemanfaaatan tempat usaha pihaknya juga akan menjalankan beberapa potensi yang ada seperti Pasar Jati, yang nantinya akan melakukan kerjasama dengan pihak lain, misalnya dengan haji enong group untuk menjadikan pasar kuliner yang nantinya bisa menjadi Ikon wisata kuliner.

Selain itu, seiring dengan perkembangan teknologi lebih lanjut Rusdi menjelaskan pihaknya nantinya juga akan menerapkan sistem pembayaran melalui Aplikasi yang bekerjasama dengan pihak perbankan, guna mempermudah pelayanan, namum saat ini pihaknya masih mempelajari program tersebut.
“Mudah-mudahan dengan melakukan beberapa kajian serta evaluasi lebih lanjut, ini sesuai dengan keinginan dan harapan semua pihak untuk perkembangan PD Pasar Bauntung Batuah kedepannya,” harapnya. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.