15 Juni 2021

Banjar Lestarikan Tradisi Budaya Sungai Dengan Pasar Terapung

2 min read

Para Pedagang Pasar Terapung saat mengikuti festival Pasar Terapung Lok Bintan 2018

BANJAR – Sebanyak 500 peserta mengikuti Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Minggu (2/12) pagi di Dermaga Sungai Pinang Lama Kecamatan Sungai Tabuk. Tak hanya itu puluhan Fotografer yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari manca negara pun hadir, meski hanya untuk mengabadikan momen festival ini.

Festival Pasar Terapung yang merupakan event tahunan ini di buka langsung Bupati Banjar Khalilluraman beserta istri Raudhatul Wardiah, Festival Adat Budaya Banjar yang mengangkat tradisi budaya masyarakat di daerah sungai ini di saksikan ribuan masyarakat.
Tahun ini, sudah penyelenggaraan yang ke 3 kalinya, dan untuk kali ini mengangkat tema “Menggenggam Semangat Tradisi”.

Festival kali ini dikemas dengan berbagai rangkaian acara yakni jukung tanglong, pesona jukung hias tradisional, lomba foto, atraksi formasi jukung dan penampilan seni budaya khas Kabupaten Banjar.

Bupati Banjar yang akrab di sapa Guru Kholil menyampaikan rasa bangganya atas terselenggara festival ini kembali. Menurut bupati, Even ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata dan menjadi sajian kepada masyarakat tentang kekayaan budaya, keindahan, keunikan dan keramahtamahan yang tercermin dari budaya itu sendiri, Guru Kholil (sapaan akrabnya bupati) juga mengatakan, kekayaan budayaan ini tidak hanya menjadi kebanggaa seluruh masyarakat Banjar saja, namun harus dipelihara dan dilestarikan serta ditumbuhkembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Festival Budaya Pasar Terapung ini diharapkan menjadi perhelatan budaya yang dapat meningkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banjar, untuk itu Promosi kegiatan seperti ini harus gencar di lakukan,” harap Guru Kholil.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar Haris Rifani menyampaikan tujuan diadakannya Budaya Pasar Terapung Lok Baintan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WTB) tahun 2015 oleh Kementrian pendidikan RI ini, tak lain sebagai promosi wisata di Kabupaten Banjar untuk lebih meningkatkan dan menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun manca negara, dan dapat menjadi pertumbuhan perekonomian di tingkat daerah dan bahkan nasional.
“Saya berharap dengan kegiatan festival ini Pasar Terapung Lok Baintan bisa lebih di kenal lagi dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sini,” pungkas Haris. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.