20 Juni 2021

Festival Batu Permata, Ajang Promosi Kalsel Go Internasional

2 min read

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel memberikan keterangan kepada wartawan pada Jum'at (30/11).

BANJARMASIN – Sudah sejak lama, berlian Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Khususnya dari Martapura kabupaten Banjar, satu – satunya yang memiliki tambang berlian di provinsi ini. Sayangnya, akhir – akhir ini berlian Kalsel semakin kehilangan pamornya, karena kurangnya kreativitas para pengrajin mengolah berlian mentah menjadi perhiasan bernilai tinggi. Karena alasan itulah, maka dinas pariwisata provinsi Kalsel menggelar Festival Batu Permata Go International, mulai¬† Jum’at (30/11) hingga Minggu (2/12) di Atrium Duta Mall 2 Banjarmasin. Festival dibuka gubernur Kalsel yang diwakili staf ahli gubernur Burhanuddin.

 

Kepada wartawan, kepala dinas pariwisata Kalsel Dahnial Kifli mengatakan, kegiatan ini murni bertujuan untuk promosi batu permata Kalsel, hingga tingkat internasional.

“Kenapa internasional, karena setiap peserta festival ini kami ketahui sudah memiliki klien tersendiri, termasuk dari luar negeri. Kamipun sudah mengundang mereka untuk datang, melalui para peserta tersebut,”¬† ujar lelaki yang pernah menjabat sebagai pj bupati Hulu Sungai Selatan itu.

Dahnial menambahkan, jika memang terjadi transaksi pada kegiatan ini, maka itu sepenuhnya menjadi keuntungan bagi para peserta, yang juga pemilik toko permata di kawasan Martapura kabupaten Banjar.

“Karena itu kami tidak memiliki target transaksi pada kegiatan ini, karena itu semua berlangsung di masing – masing stand peserta, yang diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 60 stand,” tambahnya.

 

Sementara itu, salah seorang pemilik toko permata terbesar di Martapura yang juga peserta di festival ini Farhad Abdullah mengakui, pasaran batu permata akhir – akhir ini tengah mengalami kelesuan. “Namun pamornya mulai menaik, khususnya untuk jenis permata dengan banderol harga di atas 100 juta. Seperti jenis Ruby dan Zamrud. Sayangnya, batu – batu tersebut bukan asli Kalsel,” ujarnya.

Sementara untuk berlian, batu mulia asli Kalsel, saat ini memang kurang dicari atau diminati. Oleh karena itu, para pengrajin berlian berupaya meningkatkan inovasi dan kreativitas, agar produk berlian Kalsel kembali diminati.

“Apalagi selama ini, berlian Kalsel dibawa dalam bentuk mentah ke luar daerah bahkan luar negeri. Kemudian dibeli kembali oleh kita, setelah diolah menjadi perhiasan bernilai tinggi. Hal inilah yang akan kami ubah, agar pengolahan berlian Kalsel dilakukan sendiri oleh pengrajin Banua,” katanya. (RIW/FHF/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.