18 Juni 2021

TBC dan Stunting Masih Jadi Perhatian Kalsel, Pada Peringatan Hari Kesehatan Tahun Ini

2 min read

Wakil Gubernur Kalsel (tengah) didampingi sekdaprov Kalsel (kiri) dan kadis kesehatan Kalsel (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Jum'at malam (23/11).

BANJARMASIN – Hari kesehatan nasional diperingati pada 12 November setiap tahunnya. Namun di Kalimantan Selatan, puncak peringatannya baru dilaksanakan pada Jum’at malam (23/11) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Peringatan hari kesehatan di Kalimantan Selatan ini, dibarengkan dengan penutupan Jambore Posyandu tingkat provinsi tahun 2018. Acara ini dihadiri wakil gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, yang pada kesempatan itu juga berkenan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, pada Jambore Posyandu 2018.

Saat ditemui wartawan usai acara, wakil gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, setidaknya ada 3 persoalan yang masih  menjadi fokus pemerintah provinsi, dalam hal ini dinas kesehatan Kalsel. Yakni penyakit TBC, stunting dan imunisasi.

“Saat ini Indonesia masih belum bebas dari TBC, termasuk Kalimantan Selatan. Karena itu TBC masih harus menjadi perhatian untuk dituntaskan. Selanjutnya adalah masalah stunting atau bertubuh pendek. Dimana masih ditemui¬† anak bertubuh pendek di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Dan yang ketiga adalah masalah imunisasi, terutama imunisasi Measless Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella,” jelas Rudy Resnawan.

Persoalan ini menurut wagub, tidak hanya menjadi tugas dinas kesehatan semata, tetapi juga memerlukan sinergi dari masyarakat untuk membantu menemukan kasus – kasus tersebut. Sehingga setiap kasus dapat segera tertangani oleh pemerintah.

Sementara itu, menurut kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kesehatan, yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan Kalimantan Selatan.

“Saat ini kita berharap dapat menemukan 18.000 kasus TBC, namun saat ini cakupannya baru mencapai 12.000. Padahal semakin banyak ditemukan, maka akan cepat pula tertangani dan diobati,” jelasnya.

Sedangkan terkait stunting, Muslim mengakui pihaknya sudah berupaya mengedukasi ibu hamil melalui sejumlah program. Diantaranya program Isi Piringku pada gelaran Hari Pangan Sedunia – HPS Oktober lalu.

“Untuk stunting memang masih ada kabupaten di Kalsel yang masuk 100 kabupaten/kota dengan jumlah kasus stunting tertinggi di Indonesia. Yakni kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah kasus stunting di HSU terus menurun,” tambahnya.

Soal imunisasi, Muslim mengakui untuk program imunisasi MR masih belum memenuhi target, dan masih di kisaran 50 persen lebih. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.