21 Juni 2021

Kintung Riwayatmu Kini

3 min read

Kesenian Musik Kintung saat di mainkan.

BANJAR – Bermacam Seni dan Budaya Nusantara menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri bagi sebuah daerah di Indonesia . Mulai dari permainan, tarian tradisional sampai adat budaya yang menjadi identitas suatu daerah.

Namun keunikan tersebut ada yang masih bertahan hingga saat ini dan tidak sedikit pula yang mulai hilang atau hampir punah tergerus jaman. Seperti halnya seni dan budaya Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan ada yang masih Lestari hingga saat ini, namun tak sedikit pula yang punah seperti Kintung, Balamut dan juga Rudat.

Kepada Abdi Perasada FM Kepala Dinas Disbudpar Kabupaten Banjar Haris Rifani melalui Kabid Kebudayaan Yuana Karta Abidin mengungkapkan untuk Kesenian musik Kintung ini berasal dari Astambul, Desa Sungai Halat dan Bincau.
” kesenian musik Kintung sangat jarang sekali di mainkan saat ini, bahkan hampir tidak ada lagi dimainkan sehingga terancam punah , selain itu para tokoh seni musik kintung ini susah di temui karena sudah alih generasi, kalau pun ada, itu pun hanya tersisa beberapa orang saja dan sudah berusia lanjut” Jelas Yuana.
Oleh karena itu lanjut Yuana pihaknya berencana akan mengadakan Work shop terhadap kesenian budaya yang hampir punah dengan tujuan untuk melestarikan, menurut Yuana salah satu yang sudah di Wrok Shop yakni kesenian Rudat, dan beberapa waktu yang lalu di tampilkan pada festival budaya.

Lebih lanjut Yuana menjelaskan bahan untuk membuat alat musik kintung ini adalah terbuat dari bambu. Bentuknya seperti angklung dari Jawa Barat. Untuk mengatur bunyinya tergantung pada rautan bagian atasnya hingga melebihi dari seperdua lingkaran bambu. Rautan makin ke atas semakin mengecil sebagai pegangannya. Sedang bagian bawahnya tetap seperti biasa. Panjangnya biasanya dua ruas, dan buku yang ada di bagian tengahnya (dalam) dibuang agar menghasilkan bunyi.

Selain Kesenian Musik Kintung ada pula kesenian Balamut yang juga terancam punah. Menurut Yuana Kesenian Balamut merupakan salah satu kesenian budaya tradisional yang patut dilestarikan karena juga terancam punah, Kesenian belamut sebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya Banjar yang mengandung filosofi seperti pewayangan.

“Balamut merupakan seni cerita bertutur, dan lamut dibawakan dengan alat musik terbang, seperti alat tabuh untuk seni hadrah, untuk tokoh kesenian Balamut ini sudah jarang ada dan hanya tersisa beberapa orang saja salah satu tokoh tersebut ada di daerah Kecamatan Gambut itu pun sudah tidak ada penerusnya” Ujar Yuana.

Menurut Yuana untuk membudayakan kembali kesenian yang hampir punah maka Pemerintah Kabupaten Banjar menjalankan Program Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemdikbud RI, sebagai upaya menjaga serta melestarikan warisan budaya, dengan cara mengumpulkan data-data yang lengkap, dengan beberapa kajian dan penelitian yang kemudian di teruskan ke Pemerintah Provinsi yang akan diuji kementerian pusat apakah layak menjadi WBTB atau tidak, seandainya layak maka akan di patenkan.
” Dengan program ini, meskipun orang yang mewarisi kesenian tersebut sudah tiada, warisan budaya akan tetap diketahui. Karena sudah diabadikan baik melalui media visual maupun audio visiual” Jelasnya.

Selanjutnya Yuana menambahkan hingga kini, sudah tercatat 11 kesenian dan budaya Banjar menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang sudah diakui secara Nasional diantaranya, Sasirangan, balogo, tari baksa kembang, wayang gong, wayang orang, mamanda, rumah banjar gaja baliku ,Dan kemungkinan akan bertambah lagi untuk dapat dipatenkan sebagai WBTB. (AF/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.