16 Juni 2021

KNPI Kabupaten Banjar Gelar Pentas Budaya dan Pesta Pemuda

2 min read

Foto bersama ketua DPD KNPI dan anggota.

BANJAR – Bertempat di alun-alun Ratu Zalecha Martapura, DPD KNPI kabupaten Banjar gelar Pentas Budaya dan Pesta Pemuda yang berlangsung sejak Sabtu (3/11) pagi hingga (4/11) malam.

Mengangkat tema “Menyongsong Gerakan Milenial Indonesia, Pemuda Bergerak Pemuda Bawa Perubahan, Bangun Pemuda Satukan Indonesia, Bersama DPD KNPI Kabupaten Banjar”. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 orang baik sebagai pengisi acara dalam pentas budaya maupun sebagai peserta dalam pesta pemuda.

Beberapa Kebudayaan yang ditampilkan antara lain tari Saman, reog Ponorogo, Mamanda, hingga Madihin. Selain itu berbagai perlombaan pun digelar mulai dari lomba catur hingga lomba tradisional seperti enggrang, bakiak, tarik tambang dan lari karung.

Terang ketua DPD KNPI kabupaten Banjar Khairil Anwar di sela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan ini merupakan event tahunan. Sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda dan juga ikhtiar untuk meneladani kepahlawanan sifat-sifat pengorbanan perjuangan dari pemuda terdahulu.

Tidak hanya itu, Khairil Anwar juga menjelaskan dipilihnya kegiatan pentas budaya ini untuk menampilkan adat istiadat, kearifan lokal dari setiap suku maupun budaya yang ada di Indonesia.

“Kita ingin mengingatkan kembali kepada para pemuda bahwa Indonesia dibangun dari keanekaragaman suku dan budaya,” terangnya

Diakui ketua DPD KNPI yang juga sekaligus anggota DPRD kabupaten Banjar ini tentang perlunya mewariskan nilai-nilai persatuan melalui keanekaragaman suku dan budaya ini dalam membingkai NKRI agar tetap terjaga.

“Diharapkan pemuda bisa menjadi pelopor dalam upaya membangun Indonesia maupun daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Khairil Anwar juga berharap pemuda saat ini atau disebut sebagai kaum millenial yang hidup dalam era digitalisasi untuk bijak dalam bersosial media agar bisa membawa kearah yang positif guna menjadi sarana menambah wawasan. Bukan malah menjadi bumerang atau hal yang merugikan seperti mengupload berita hoax dan ujaran kebencian.

“Sudah banyak contoh akibat dari penggunaan sosial media yang salah akhirnya memaksa berurusan dengan pihak kepolisian,” tegasnya (ASC/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.