20 Juni 2021

Lagi, Polda Kalsel Gagalkan Jaringan Narkoba Malaysia dan Thailand

2 min read

Suasana pemusnahan barang bukti narkoba di mapolda Kalsel pada Senin, (29/10).

BANJARMASIN – Bukan rahasia lagi, jika provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu sasaran para pengedar narkoba untuk memasarkan produk haramnya. Tak hanya pemain lokal, bahkan pemain internasional pun tergiur untuk mencicipi keuntungan dari provinsi tertua di Kalimantan ini. Untungnya, Kalimantan Selatan masih memiliki jajaran kepolisian yang tangguh dan sigap memberantas penyalahgunaan narkoba di Banua. Entah itu hanya kelas teri, maupun kelas kakap. Karena bagaiamanapun juga, narkoba dengan segala jenis dan ragamnya sangat berbahaya dan mematikan.

Komitmen polda Kalimantan Selatan itu, terlihat pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di mapolda pada Senin(29/10), yang dipimpin langsung oleh kapolda Yazid Fanani. Bahkan kegiatan ini juga menghadirkan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dandrem 101/Antasari Banjarmasin Syaiful Rahman, serta danlanal dan danlanud, termasuk kepala BNN provinsi dan kepala BPOM Banjarmasin, untuk bersama – sama melakukan pemusnahan.

Usai pemusnahan, kepada wartawan gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih kepada jajaran polda Kalimantan Selatan, yang telah berhasil menyelamatkan ratusan ribu nyawa, dari penyalahgunaan narkoba, dengan menggagalkan masuknya ratusan ribu butir carnophen dan ekstasi serta sabu.

“Narkoba adalah musuh kita bersama, dan kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran hukum, baik kepolisian, kejaksaan dan BNN, yang mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk melindungi sesama warga bangsa,” jelas gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut.

Menanggapi hal ini, kapolda Yazid Fanani pun mengucapkan terima kasih, atas kerjasama seluruh pihak di provinsi ini, dalam upaya mencegah meluasnya penyalahgunaan narkoba.

“Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak, termasuk pemerintah provinsi, kejaksaan, unsur TNI, BNN provinsi, bea cukai serta unsur masyarakat lainnya. Tidak lepas juga dukungan dari insan pers, yang selalu memberitakan pengungkapan kasus dan pemusnahan narkoba,” jelas Yazid.

Baik kapolda maupun gubernur Kalimantan Selatan berharap, tindakan pemusnahan ini dapat menjadi pelajaran dan efek jera bagi para pengedar, dan minimal dapat menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, direktur ditresnarkoba polda Kalimantan Selatan Muhammad Firman mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan pada Senin (29/10) sebagian besar adalah jaringan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, yang didatangkan dari Malaysia dan Thailand. Dan lagi – lagi menurut Firman, pemesannya adalah penghuni Lapas Karang Intan Martapura.

“Kami masih mengumpulkan barang bukti, untuk mengaitkan narkoba ini dengan sang pemesan di lapas. Dia mencoba mengecoh petugas dengan pemesana sistem putus, agar tidak terlacak jejaknya ke lapas. Namun kami akan mendapatkan bukti yang melibatkannya,” tegas Firman.

Firman menambahkan, barang bukti yang dimusnahkan pada Senin (29/10), adalah sebanyak 5.169,53 gram shabu, 5.423 butir ekstasi dan 222.756 butir carnophen. Sejumlah barang bukti narkoba yang dimusnahkan ini, diklaim sudah menghindarkan hampir 200 ribu penduduk Kalimantan Selatan, dari penyalahgunaan narkoba. (RIW/FHF/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.