21 Juni 2021

Tak Capai Target, Kalsel Tetap Lanjutkan Imunisasi MR

2 min read

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Program imunisasi Measless dan Rubella (MR) seharusnya sudah berakhir pada September 2018 lalu. Namun kementrian kesehatan memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan program imunisasi fase 2 ini, hingga akhir Oktober 2018. Alasannya, target 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 26 provinsi di luar pulau Jawa sudah terimunisasi, hingga 30 September tidak tercapai. Data kementrian kesehatan menyebutkan, ada delapan provinsi di Indonesia yang terpantau terendah dalam hal imunisasi MR. Salah satu diantaranya adalah provinsi Kalimantan Selatan, dengan kisaran hanya 30 persen dari target pencapaian. Bahkan setelah program ini diperpanjang pelaksanaannya hingga Oktober 2018, target sebanyak 95 persen anak dipastikan tidak akan tercapai hingga 31 Oktober mendatang.

Kepada Abdi Persada FM, kepala dinas kesehatan Kalimantan Selatan Muhammad Muslim mengatakan, hingga Rabu (24/10) cakupan imunisasi MR di Kalimantan Selatan baru mencapai 59,84%. Sementara bulan Oktober akan segera berakhir dalam 7 hari ke depan.
“Kami sadari, target 95 persen hingga akhir Oktober 2018 nanti, cakupannya tidak akan tercapai. Meski begitu, seluruh unsur yang terlibat terus mengupayakan program kampanye ini terus berjalan maksimal, hingga 31 Oktober nanti,” jelasnya.
Namun yang pasti, jelasnya lagi, jika memang target 95 persen tidak tercapai pada akhir Oktober mendatang, imunisasi MR akan tetap dilanjutkan.
“Akan kita masukkan dalam program rutin pemberian imunisasi kepada anak – anak di sekolah, ataupun di pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Karena kami ingin memastikan, anak – anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Kalimantan Selatan, terhindar dari penyakit berbahaya dan mematikan, campak serta rubella,” katanya.
Muslim mengakui, rendahnya prosentase cakupan imunisasi MR di Kalimantan Selatan, adalah dampak dari keluarnya fatwa soal vaksin MR yang mengandung enzim babi. Meskipun kemudian, MUI kembali mengeluarkan fatwa mubah untuk imunisasi MR tersebut.

Data dinas kesehatan Kalimantan Selatan memperlihatkan, cakupan pelaksanaan imunisasi MR di Hulu Sungai Selatan adalah yang tertinggi prosentasenya, dibanding 12 kabupaten/kota lainnya, yakni hingga 71,09%. Disusul kota Banjarbaru dengan 67,52% diurutan kedua, dan kabupaten Tanah Laut di urutan ketiga dengan prosentase cakupan 62,27%. Sementara kota Banjarmasin masuk dalam kategori cakupan tiga terendah imunisasi MR, yakni 43,69%. Di tempat kedua ada kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan cakupan hanya 37,64%. Sedangkan kabupaten Banjar adalah yang terendah cakupannya, dengan prosentase masih di bawah 30%, yakni baru mencapai 29,65%. (RIW/FHF/MTB)

1 thought on “Tak Capai Target, Kalsel Tetap Lanjutkan Imunisasi MR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.