18 Juni 2021

Walikota Banjarmasin Datangi Korban Tsunami Dan Gempa

2 min read

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat mengunjungi korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala yang mengungsi di kota ini.

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin menerima pengungsian para korban gempa, tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala yang mengungsi di Kota Banjarmasin, tercatat korban yang mengungsi ke kota ini sebanyak 22 orang. Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, mengunjungi para pengungsi tersebut pada Senin (15/10).

Ibnu mengatakan, korban gempa dan tsunami Palu, Sigi, dan Donggala, yang mengungsi ke Kota Banjarmasin, saat ini tinggal di kawasan Cempaka XII, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
“Korban gempa dan tsunami yang ada dikawasan Cempaka XII ini terdiri dari Tiga kepala keluarga terdiri dari 9 orang, sedangkan yang berada dikawasan Rajawali sebanyak 13 orang, sehingga korban gempa dan tsunami yang ada di Kota Banjarmasin sebanyak 22 orang,” tutur Ibnu.

Menurut Ibnu, kedatangannya mengunjungi para korban gempa yang mengungsi ke Kota Banjarmasin ini, sebagai bentuk turut berduka atas musibah yang mereka alami.

“Kami mewakili Pemerintah Kota Banjarmasin turut berduka dan berbelasungkawa atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita, yang berada di Palu, Sigi, dan Donggala,” ucap Ibnu.

Ibnu mengatakan, warga Kota Banjarmasin hendaknya menyalurkan bantuan kepada korban gempa, dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, dapat menyalurkan bantuannya kepada para korban yang mengungsi ke Kota Banjarmasin saja.
“Saat ini para korban yang mengungsi ke Kota Banjarmasin sangat memerlukan bantuan. Karena mereka kehilangan harta bendanya pada saat musibah tersebut terjadi,” ujar Ibnu.

Sementara itu, salah satu korban gempa dam tsunami Palu, Sigi, dan Donggala Saiful Hendra menyampaikan, kedatangan mereka ke Kota Banjarmasin, untuk mengungsi ke rumah kakak saudara ibunya yang ada di Kota Banjarmasin.
“Pada awalnya mereka tidak ada niat untuk ke Kota Banjarmasin. Mereka hanya berkeinginan secepatnya bisa keluar dari Kota Palu, mengingat situasi di kota tersebut sudah tidak kondusif,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan, kapal yang mengangkut mereka pada awalnya menuju Makassar, namun saat berada di pelabuhan tujuan kapal berubah ke Balikpapan, pada saat berada di atas kapal tujuan berubah ke Tarakan. “Pada saat kami mau berangkat, saudara ibu yang berada di Kota Banjarmasin menelpon, dan meminta mereka ke Banjarmasin,” ucap Hendra.

Setelah sampai di Tarakan, lanjut Hendra, mereka melanjutkan kembali perjalanan ke Kota Banjarmasin.
“Di Kota Banjarmasin ini kami hendak menenangkan diri dulu. Mengingat guncangan musibah gempa, dan tsunami tersebut sangat dasyat. Bahkan kami kehilangan 12 anggota ada meninggal dunia hingga hilang sampai saat ini belum ditemukan dalam musibah tersebut,” pungkas Hendra.(SRI/FHF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.