16 Juni 2021

Paman Birin Gelorakan Revolusi Hijau dan Revolusi Bahasa Di Kalangan Pelajar

2 min read

Gubernur Kalsel (berkalung bunga) menaman pohon di lingkungan SMAN 5 Banjarmasin pada Jum'at (28/9).

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelorakan Revolusi Hijau dan Revolusi Bahasa ke tingkat pelajar SMA/SMK se-Kalsel.

Gubernur H Sahbirin Noor dalam sambutannya mengatakan, revolusi hijau yang terus digelorakan hingga di satuan pendidikan merupakan bentuk upaya pencegahan dan meminimalisir pemanasan global.

Menurut Paman Birin, semula hanya Dinas Kehutanan yang mengurusi revolusi hijau, sebab dinas tersebut merupakan leading sector dalam penanaman hutan. Tapi kini revolusi hijau juga harus masuk ke sektor lain, seperti pelajar SMA/SMK.

“Tujuannya mengajak dan mengajarkan pentingnya penghijauan sejak usia dini, serta manfaat dari menanam sebatang pohon,” ucapnya dalam pencanangan Revolusi Hijau dan Revolusi Bahasa SMA/SMK se-Kalsel di Halaman SMA 5 Banjarmasin, pada Jumat (28/9).

Paman Birin juga mengharapkan ada upaya yang luar biasa dahsyat agar dapat meminimalkan pemanasan global.

“Hari ini kita tergantung pada pendingin ruangan atau air conditioner (AC). Karena bumi semakin panas apalagi lingkungan yang gersang. Pemerintah dalam melakukan pembangunan selalu memperhatikan lingkungan. Saya perintahkan seluruh SKPD apapun kegiatan, bila memenuhi unsur penghijauan masukan penghijauan,” katanya.

Paman Birin menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi penyemangat untuk siswa-siswi dalam melakukan penanaman pohon, yang nantinya akan menjadikan suasana hijau, sejuk dan nyaman.

Terkait Revolusi Bahasa, Paman Birin sangat menyadari selain bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan, menguasai bahasa Inggris merupakan salah satu modal untuk dapat terus bersaing di era persaingan global yang begitu ketat saat ini.

“Sebentar lagi bandara kita akan selesai. Tentunya banyak warga asing yang akan datang ke daerah kita. Sebagai tuan rumah, sudah seharusnya kita menyambut tamu dengan baik. Bagaimana kita dapat menyambut tamu dengan baik kalau kita tidak mengerti bahasa Inggris,” imbuhnya.

Paman Birin juga memberikan perhatian khusus agar anak-anak dapat pintar dan cerdas dalam berkomunikasi, khususnya menguasai bahasa inggris, yakni dengan menyarankan agar mempraktikan perbincangan bahasa Inggris di jam tertentu, pada saat di sekolah.

“Cukup kita-kita saja yang tidak bisa bahasa Inggris. Untuk itu kita harus mewariskan kepada anak-anak kita kebiasaan yang baik, agar mereka cerdas dan mampu bersaing nanti pada saatnya,” ujarnya. (HUMASPROVKALSEL/RIW/FF/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.