16 Juni 2021

Karena Celurit, F Tega Bunuh Keluarganya

2 min read

Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Sigit Prihanto saat menyampaikan keterangan kejadian pembunuhan, usai mendatangi tempat kejadian perkara.

BANJARMASIN – Akibat tidak terima benda pusaka warisan keluarga berupa celurit hendak dijual korban M Ilyas (40) warga Jalan Hj Djok Mentaya, Kecamatan Banjarmasin Tengah, membuat F warga Jalan RE Martadinata yang masih keluarganya tersebut tega menghabisi nyawa korban, di Jalan Djok Mentaya Gg Warga, Banjarmasin Tengah, Senin malam (17/9) sekitar pukul 19:30 Wita.

Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Sigit Prihanto, mengatakan, kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, pihaknya mendengar tersangka telah menyerahkan diri ke Polresta Banjarmasin. “Kasus pembunuhan ini, akan dilanjutkan penyelidikannya oleh petugas Polresta Banjarmasin,” ujar Sigit, kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi menyampaikan pihaknya mendapatkan laporan adanya peristiwa pembunuhan yang terjadi di kawasan Jalan Nagasari, Banjarmasin Tengah. Dan, pelaku F pada Selasa dinihari (18/9) telah menyerahkan diri ke Polresta Banjarmasin.

Kepada petugas pelaku mengaku tega membunuh korban, karena selalu berdalih tidak mengetahui soal celurit pusaka itu, pelaku kembali mendatangi korban untuk menanyakan lagi. “Persoalan terjadi, ketika pelaku berencana datang bersama saksi yang mengetahui korban hendak menjual celurit yang dipersoalkan itu. Tapi saksi yang dimaksud tidak ada. Jadi pelaku mendatangi korban seorang sendiri,” tutur Ade, kepada sejumlah wartawan.

Ternyata saat didatangi pelaku, lanjut Ade, korban sudah siap dengan sebilah parang dan sempat menebaskan ke pelaku yang akhirnya luka di tangan kiri karena coba menangkis. Pelaku yang sudah mempersiapkan diri dengan membawa celurit, langsung balik menyerang. Akibat sabetan celurit, korban mengalami sedikitnya dua luka di dada. “Usai menyerang korban, pelaku lantas pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang sempat mengejar tersungkur di jalanan gang sekitar 16 meter dari lokasi perkelahian akibat diduga kehabisan darah, dan meninggal dunia, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RDUD Ulin Banjarmasin,” ujar Ade lebih lanjut.

Sedang pelaku yang kini masih menjalani pemeriksaan, terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. (SRI/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.