20 Juni 2021

Mahasiswa Dobrak Pintu Dan Merusak Sejumlah Aset Dewan, Ada Apa Ya?

2 min read

Suasana aksi unjuk rasa mahasiswa ricuh di halaman kantor DPRD Kalsel, Jum'at (14/9)

BANJARMASIN  –  Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kalsel Jum’at (14/9). Awalnya aksi tersebut berlangsung damai di halaman kantor dewan tingkat provinsi itu. Kemudian mahasiswa mendesak anggota dewan segera menemui mereka. Namun karena tak satupun wakil rakyat datang, mahasiswa emosi. Mereka langsung mendobrak pintu masuk ruang rapat paripurna hingga bobol. Tak ayal, puluhan mahasiswa langsung memasuki gedung dewan. Emosi mereka memuncak kala mengetahui ruang paripurna dalam kondisi kosong.

Massa kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan pengrusakan terhadap sejumlah aset dewan, diantaranya papan nama legislator.

Beruntung aksi massa bisa diredam dengan menghadirkan seorang wakil rakyat yakni Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas. Suripno sempat berdialog dan meminta pengunjuk rasa untuk berlaku tenang.
“Saya hanya anggota dewan, dan aspirasi kalian akan saya sampaikan pada pimpinan. Terkait tuntutan kalian, salurannya di Komisi II,” kata Suripno.

Lantaran waktu sudah memasuki jadwal salat jumat, mahasiswa meninggalkan gedung dewan dan menuju mesjid, tetapi mereka berjanji akan kembali usai jumatan.

Sekitar pukul 14.00 wita, mahasiswa menepati janjinya kembali ke rumah wakil rakyat di Kota Banjarmasin ini. Namun belum usai berdialog dengan legislator, kericuhan justru terjadi. Kondisi itu dipicu karena diamankannya seorang mahasiswa yang diduga sebelumnya melakukan pengrusakan aset dewan. Mahasiswa lain berusaha melakukan perlawanan sehingga terjadi kericuhan.

Untuk menjaga situasi agar terkendali, aparat keamanan terpaksa melakukan tindakan agresif dan mengamankan sekitar 30 lebih mahasiswa. Mereka dimasukkan ke dalam truk satgas anti premanisme milik kepolisian dan digiring ke Mapolresta Banjarmasin untuk proses selanjutnya.

Dalam aksinya, Aliansi Mahasiswa Kalsel menuntut Presiden Joko Widodo mundur karena dinilai gagal menstabilkan perekonomian negara. Menyusul anjloknya nilai tukar rupiah. (NRH/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.