15 Juni 2021

Pemprov Gelar Rakor Pendidikan

2 min read

Sekdaprov (tengah) saat membuka rakor bidang pendidikan pada senin (10/9)

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Kinerja Bidang Pendidikan di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI, Banjarmasin pada Senin (10/9). Rakor mengangkat tema peranan Perguruan Tinggi di Kalimantan Selatan dalam menunjang terwujudnya Kalsel Mapan dan Mandiri, yang dikuti para peserta dari Perguruan Tinggi Negeri dan swasta se Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Drs Abdul Haris, M.Si mengatakan, peran Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta sangatlah penting. Karena dari Perguruan Tinggi inilah, lahirnya inovator-inovator dan tenaga profesional yang mencerminkan kualitas SDM daerah. Untuk dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, maka perlu untuk duduk bersama, berbagi informasi, memetakan dan mengidentifikasi permasalahan, serta mencari solusi yang efektif untuk menanganinya.
“Kami sangat menyadari, bahwa permasalahan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan tanggungjawab kita bersama. Untuk itu, melalui pertemuan ini, diharapkan saudara-saudara dapat proaktif dalam berbagi informasi dan permasalahan yang dihadapi, sekaligus menyamakan persepsi terkait peran masing-masing pihak dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ucapnya.
Selain itu, momen ini juga memberikan kita pemahaman terhadap aturan-aturan dan dasar hukum, peraturan, dan prosedur yang harus dilalui perihal pemberian bantuan hibah perguruan tinggi.
“Mari kita dukung seluruh kegiatan yang dilakukan terkait upaya percepatan pembangunan pendidikan di kalimantan selatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Kalsel Ina Yuliani mengatakan, rakor ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang peranan Biro Kesra yang merupakan salah satu SKPD pengampu, dalam pengelolaan bantuan hibah pada perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Selain itu menurutnya, rakor ini juga sebagai sarana evaluasi kepada Perguruan Tinggi yang telah menerima hibah.
“Dengan rakor ini Pemprov dapat mengevaluasi bantuan hibah yang telah diberikan kepada Perguruan Tinggi, apakah akreditasinya meningkat atau belum, selain itu, bukan hanya sarana prasarana yang kita dorong tetapi juga peningkatan kualitas SDM yakni dosen,” ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan memberikan hibah Rp9 miliar untuk memajukan dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi yang berjumlah 9 institusi pada tahun 2018. Bantuan hibah itu diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi baik berstatus negeri maupun swasta yang berbentuk yayasan. (HUMPROVKALSEL/RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.