16 Juni 2021

Karhutla Terus Mengancam Banjar

2 min read

Plt Kepala BPBD Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana saat di temui di ruang kerjanya.

BANJAR – Kemarau yang melanda di beberapa daerah di Kalimantan Selatan saat ini, tak luput pula dialami Kabupaten Banjar  yang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan  dan lahan di berbagai titik di Kabupaten ini. Bahkan, baru-baru tadi BPBD Kabupaten Banjar dan instansi terkait baru saja menangani karhutla di dua kawasan yakni di Desa Tungkaran dan Di kawasan Indra sari.

Saat ditemui Abdi Persada FM Jumat (24/8) pagi, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana mengungkapkan, sejak diturunkan pernyataan status waspada karhutla di wilayahnya tertanggal 21 Juli lalu hingga kini sudah tercatat 220 hektar Hutan dan Lahan yang terbakar, yakni Indrasari dan sekitarnya, kawasan Datu Bagul Desa Tungkaran, belakang Polsek Martapura Barat, Sungai Rangas Hambuku dan Jalan Syarkawi Gambut.

“Untuk kawasan Desa Tungkaran dan Indra Sari lahan yang terbakar dapat di padamkan  hingga jam 9.00 wita tadi malam yang  dibantu anggota TNI, Polri dan PMI serta Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar),” ungkapnya.

Selanjutnya Nyoman pun memastikan untuk kawasan rawan karhutla tersebut, pihaknya akan terus memonitor guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya karhutla lanjutan di area yang di anggap rawan. Karena kawasan-kawasan yang sudah di padamkan tidak menutup kemungkinan akan terbakar lagi.

Terkait penyebab maraknya karhutla di Kabupaten Banjar, menurut Nyoman ada 2 kemungkinan penyebabnya yakni, secara alamiah yang disebabkan cuaca yang sangat panas dan bisa pula karena ulah  oknum  untuk pembukaan lahan baru, meskipun hingga saat ini belum terbukti ada.

Nyoman pun menambahkan,meski prediksi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geodisika (BMKG) yang menyatakan kemungkinan pada awal September nanti mulai terjadi penurunan Kemarau, pihaknya akan tetap siaga dan waspada, dan terus memantau bahaya Karhutla, sehingga pihaknya pada bulan ini meminta bantuan kepada BNPB melalui BPBD Provinsi untuk dapat memberikan bantuan berupa peralatan juga dana untuk kegiatan posko-posko siaga Karhutla   dengan harapan  bisa lebih optimal melakukan pemadaman.

Lebih lanjut Nyoman menyampaikan, untuk dampak dari karhutla yang terjadi selama ini di Kabupaten Banjar masih bisa dikendalikan dan tidak ada yang mengenai pemukiman warga, namun

Nyoman tetap mengimbau kepada masyarakat, agar tidak sembarang membuang puntung rokok, dan jangan melakukan pembukaan lahan baru dengan pembakaran, “kalau pun ada titik api terdekat yang di ketahui masyarakat agar segara terlebih dahulu melakukan pemadaman dan nanti BPBD juga akan terjun langsung bergerak untuk menangani kebakaran tersebut,” pungkasnya. (AF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.