20 Juni 2021

Soal DCS Pemilu 2019, Masyarakat Kalsel Diminta Masukannya

1 min read

Ketua KPUD Provinsi Kalsel

KAL-SEL – Sejak 12 Agustus 2018 lalu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Selatan telah menyusun Daftar Caleg Sementara (DCS) pemilu 2019. Dimana didalamnya terdapat nama 623 bakal caleg yang diusung 16 parpol peserta pemilu 2019. Sejak 14 – 21 Agustus 2018, daftar nama-nama bakal caleg tersebut, sudah diperkenalkan atau disosialisasikan kepada masyarakat. Tujuannya tidak lain agar ada masukan dari masyarakat, terkait bakal caleg yang diusung parpol. Masukan ini diperlukan, untuk memastikan caleg yang maju pada pemilu nanti, tidak bermasalah dengan hukum, terutama terkait kasus korupsi, terorisme ataupun kasus KDRT dan pelecehan seksual.

Menurut Ketua KPUD Kalimantan Selatan Edy Ariansyah, masukan yang diberikan oleh masyarakat, tentunya harus disertakan dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jika tidak ada bukti terlampir, sulit bagi kami untuk meminta klarifikasi kepada parpol yang mengusung bacaleg bersangkutan. Ujung-ujungnya bahkan kami dapat dituduh melakukan fitnah”, jelas Edy.

Namun hingga menjelang berakhirnya masa pemberian masukan, masih belum ada masyarakat yang memberi masukan terkait bacaleg dalam DCS.
“Mungkin caleg yang diusung parpol memang sudah memenuhi persyaratan, atau sosialisasi kami yang belum maksimal. Kita lihat nanti sampai hari terakhir,” tambahnya.

Setelah proses pemberian masukan, maka pada 22 Agustus 2018, KPUD akan meminta klarifikasi dari parpol soal hal tersebut. Sementara parpol diberi waktu hingga 30 Agustus untuk memberikan klarifikasinya. Barulah kemudian jadwal KPUD berlanjut, untuk persiapan penyusunan Daftar Caleg Tetap (DCT) yang dijadwalkan pengumumannya pada September 2018.(RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.