20 Juni 2021

POLRES BANJAR UNGKAP JARINGAN NARKOBA DI LAPAS

2 min read

Waka Polres Banjar Kompol Josep Edward di dampingi Kasat Resnarkoba Achmad Jarkasi sedang melakukan Konferensi Pers di hadapan wartawan Banjar.

BANJAR – Polres Banjar melalui satuan Resnarkoba menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus Narkoba di Kabupaten Banjar dalam rangka operasi antik intan 2018, Senin (13/8) siang di halaman Satuan Resnarkoba Polres Banjar.
Konferensi Pers di pimpin langsung oleh Waka Polres Banjar Kompol Josep Edward bersama Resnarkoba. Kepada sejumlah wartawan Josep Edward menyampaikan operasi Antik Intan yang di gelar dari tanggal 26 Juli hingga 8 Agustus 2018 telah berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan jumlah 39 kasus dengan 42 orang tersangka, dengan menghadirkan barang bukti Narkotika terdiri dari sabu 109,19 gram, ganja 22,63 gram, Codein 70 butir, Carnophen 1.434 butir dan Psikotrofika sebanyak 175 butir serta obat daftar G sebanyak 2.873 butir.

Menurut Josep Edward, Polres Banjar dalam pengungkapan kasus kejahatan Narkoba melalui Satuan Resnarkoba telah mengalami peningkatan sehingga mendapatkan peringkat ke 1 dalam pengungkapan kasus kejahatan Narkoba selama operasi Antik Intan.

Pengungkapan Kasus Kejahatan Narkoba dalam operasi Antik Intan yang di tangani Polres Banjar tahun 2017 lalu sebanyak 31 kasus dengan 33 tersangka, sedangkan tahun 2018 ini sebanyak 39 Kasus dengan 42 tersangka, dan ini terjadi peningkatan sebesar 25,8 persen.

Kemudian Edward yang di damping Kasat Resnarkoba Iptu Achmad Jarkasi menambahkan berajak dari operasi Antik Intan, pihaknya melakukan pengembangan sehingga dapat mengungkap kembali kasus yang cukup besar yakni peredaran Narkoba dari dalam Lapas Karang Intan dengan tertangkapnnya tersangka Alan (nama didalam kotak hp) sehingga dari pengembangan kasus tersebut dapat diringkus pula tersangka Aidil Fitriannor yang beralamat di jalan veteran Banjarmasin dengan barang bukti sabu, yang di sertai alat timbangan, HP, dan plastik klip.
“Dari tersangka Aidil didapati jumlah total barang bukti sebanyak 200,2 gram sabu dan 300 butir pil ineks, alat timbangan, HP, buku tabungan, dan barang bukti lainya,” terangnya.

Dengan terkuak dan tertangkapnya jaringan gelap pengedar narkotika tersebut jajaran Polres Banjar akan terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap tersangka lainya.
Masuknya peredaran narkoba ini di sinyalir dari berbagai pintu baik antar provinsi maupun antar kabupaten, namun menurut Edward saat ini pihaknya fokus pada peredaran narkoba yang terjadi pada lapas-lapas yang ada di Kabupaten. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.