18 Juni 2021

TPA BASIRIH JADI PILOT PROJECT PENGOLAHAN SAMPAH

2 min read

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat mendengarkan pemaparan dari UN Habitat dan Universitas Fukuoka Jepang mengenai pengolah sampah dengan metode Fukuoka.

BANJARMASIN – Isu penanganan pengolahan sampah dikawasan Kota Banjarmasin, menarik minat UN Habitat sebuah lembaga yang dinaungi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Universitas Fukuoka Jepang, untuk memberikan bantuan mereka dalam pengolahan sampah di kota ini. Bahkan, Kota Banjarmasin nantinya akan dijadikan pilot project pengolahan sampah dengan metode Fukuoka Jepang tersebut.

Kunjungan dari Tim UN Habitat dan Universitas Fukuoka Jepang ke Kota Banjarmasin ini, disambut langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Senin (13/8).

Bruno Dercon dari UN Habitat PBB menyampaikan, kepada sejumlah wartawan, bahwa kedatangan mereka ke Kota Banjarmasin ini, untuk menawarkan sistem pengolahan sampah menggunakan metode Fukuoka, nantinya bantuan pengolahan sampah ini ditawarkan ke Kementerian PUPR. Pihaknya berharap Kota Banjarmasin menjadi salah satu kota yang menerima bantuan pengolahan sampah menggunakan metode Fukuoka tersebut.
“Kota Banjarmasin merupakan kota satu-satunya di Indonesia yang akan menerima bantuan pengolahan sampah dengan menggunakan metode Fukuoka tersebut,” ujar Bruno.

Menurut Bruno, mengapa dipilihnya Kota Banjarmasin ini sebagai pilot project pengolahan sampah dengan metode Fukuoka tersebut, karena UN Habitat sudah sejak lama bekerjasama dengan Dinas PUPR Kota Banjarmasin dalam penanganan permasalahan perumahan dan sanitasi sebelumnya. Bahkan, pihaknya menilai Kota Banjarmasin telah berhasil dalam penanganan air bersih 100 persen, dan pengolahan air limbah.
“Kami saat ini memiliki program baru dalam hal penanganan sampah. Dan, kami menilai Kota Banjarmasin berhak menerima bantuan ini,” tutur Bruno lebih lanjut.

Bruno mengatakan, untuk menjelaskan mengenai metode Fukuoka ini, pihaknya langsung bekerjasama dengan profesor Yasushi Matsufuji dari Universitas Fukuoka Jepang.

Menurut Bruno, berdasarkan pemaparan Yasushi mengenai metode Fukuoka ini, menggunakan bahan yang sederha hanya menggunakan bambu dan ban mobil bekas saja. Metode Fukuoka ini bisa diterapkan di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, setelah profesor Yasushi Matsufuji memaparkan mengenai metode Fukuoka yang menggunakan sistem pengolahan sampah yang sederhana. Pihaknya berharap, metode ini bisa digunakan di TPA Basirih.
“Dengan menggunakan metode Fukuoka, penguraian sampah bisa cepat terjadi. Sehingga umur TPA Basirih bisa diperpanjang,” ujar Ibnu.

Menurut Ibnu, tentunya Pemerintah Kota Banjarmasin akan senang dan menyambut baik, apabila program bantuan ini benar-benar diberikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.