2 Desember 2022

Museum Lambung Mangkurat Kembali Dibuka, Jam Pelayanan dan Kapasitas Pengunjung Dibatasi

2 min read

Museum Lambung Mangkurat Prov Kalsel

BANJARBARU – Setelah hampir dua tahun tutup karena pandemi, Museum Lambung Mangkurat Prov Kalsel kini kembali dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, para pengunjung yang akan masuk ke dalam taman juga diharuskan melakukan scan QR code melalui aplikasi PeduliLindungi.

Kadisdikbud Prov Kalsel M Yusuf Effendi saat melakukan pemotongan pita tanda kembali dibukanya Museum Lambung Mangkurat

“Pembukaan museum ini sudah dapat asesmen dari Tim Satgas COVID-19 Kota Banjarbaru. Kami bolehkan pengunjung masuk dengan menunjukkan QR code aplikasi PeduliLindungi, yang artinya mereka sudah melakukan vaksinasi,” katanya usai melakukan pemotongan pita tanda dibukanya kembali Museum Lambung Mangkurat Prov Kalsel, Senin (31/1).

Selain itu, Yusuf menjelaskan, jumlah pengunjung museum juga dibatasi hanya sebanyak 50 persen dari kapasitas. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

“Kita juga batasi jam pelayanan maksimal 4 jam. Yakni dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang,” jelas Yusuf.

Dibuka kembali museum ini, ungkapnya, juga menindaklanjuti kebijakan porgram Merdeka Belajar dari Kemendikbud. Bahwa dalam proses belajar tidak serta merta harus di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan di ruang terbuka seperti museum.

“Mudah mudahan ini (museum) dapat menjadi media bagi peserta didik untuk menambah dan memperluas wawasan terkait sejarah dan kebudayaan Kalsel,” harapnya.

Sementara itu Kasubbag TU Museum Lambung Mangkurat Prov Kalsel Taufik Akbar mengatakan, tiket harga masuk museum akan tetap sama seperti semula atau tidak akan ada penambahan biaya masuk.

Sejak diresmikan ulang pada 10 Januari 1979, museum yang bernama awal Museum Borneo ini juga sudah dilakukan sejumlah renovasi meliputi halaman depan, pagar, tempat parkir, pos jaga, taman, dan juga penerangan.

Renovasi tersebut dilakukan agar meningkatkan daya tarik pengunjung baik dari siswa sekolah maupun kaum milenial.

“Kami semua disini berharap museum ini dapat lebih banyak pengunjung agar lebih maju, dan lebih menarik untuk dikunjungi masyarakat, baik anak-anak, millenial maupun turis,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.