31 Januari 2023

Meski Kemarau Basah, Pemprov Kalsel Tak Ingin Lengah

1 min read

Ilustrasi Karhutla

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan pemetaan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, meski berdasarkan prediksi BMKG, kemarau yang terjadi pada tahun ini mempunyai sifat kemarau basah.

“Ada beberapa titik yang sudah kita petakan rawan Karhutla, yakni di kawasan Guntung Damar, Sambang Lihum, Mandastana, dan Bati-Bati,” ujar Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat, Kamis (29/7).

Pemerintah daerah yang menjadi lokasi penempatan posko terang Mujiyat, memiliki kewajiban untuk turut serta melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di sekitar posko. Dengan adanya koordinasi dengan BMKG ujar Mujiyat kini pihaknya sudah tabu persis strategi yang diambil untuk penanganan karhutla.

“Prediksinya Juli sampai Desember hujan masih bagus, dan ini akan meringankan beban kita, tali kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

BPBD Kalsel tambahnya juga sudah memetakan untuk patroli water boombing. Pemprov Kalsel dalam penanganan karhutla tahun ini ujarnya juga tetap mendapatkan bantuan pesawat. Namun tidak sebanyak tahun lalu mengingat tahun ini merupakan kemarau basah.

“Sekarang sudah ada satu heli yang kita gunakan untuk patroli memantau situasi dan kondisi di Kalsel, kalau water boombing kita masih satu, sekarang sedang disiapkan SOP untuk operasionalnya,” jelas Mujiyat.

Daerah yang sudah masuk musim kemarau sejak kini ujarnya akan terus dilakukan patroli udara selain lokasi kawasan posko karhutla. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.