7 Mei 2021

Dishub Kalsel Perketat Pengawasan Daerah Perbatasan

2 min read

Suasana di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar

BANJARMASIN – Jelang pelaksanaan larangan mudik pada 6 – 17 Mei 2021 mendatang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungannya memperketat daerah perbatasan antar provinsi.

“Pada pelaksanaan larangan mudik mendatang, untuk daerah perbatasan akan diperketat,” ucap Kasi Operasional dan Pengendalian Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Arief, pada saat acara Topik Kita Hari Ini (TKHI) Radio Abdi Persada, edisi Selasa (4/5).

Arief mengatakan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan pada saat pelaksanaan larangan mudik yang mulai berlaku pada 6 sampai 17 Mei mendatang, akan mendirikan 6 pos pantau, di daerah perbatasan antar provinsi.

Seperti pos pantau yang ditempatkan di Kabupaten Batola berbatasan dengan Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara berbatasan dengan Jinamas Provinsi Kalimantan Tengah, di Kabupaten Tabalong ditempatkan dua titik pantau yang berbatasan dengan provinsi Kalimantan Timur, serta Kalimantan Tengah, dan daerah Kotabaru berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, pada daerah perbatasan inilah yang akan dilakukan pengetatan pengawasan keluar masuknya pemudik.

“Untuk masuk ke daerah Provinsi Kalimantan Selatan akan diminta surat izin perjalanan, tes swab PCR, serta lainnya,” ucap Arief.

Bagi ASN, Pegawai Swasta, serta lainnya diminta surat izin perjalanan dengan bertandatangan dari pimpinan masing masing.

Diprogram yang sama, hal senada juga disampaikan Kabag LLAJ Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Taufik. Ia mengatakan, untuk di daerah Kota Banjarmasin juga didirikan pos pantau pada titik-titik tertentu.

“Kami juga akan melakukan tes swab PCR secara mendadak pada jam-jam tertentu,” ungkap Taufik.

Sedang Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin mengatakan, untuk di Kota Banjarmasin akan dijaga didaerah perbatasan. Baik melalui jalur darat dan sungai.

“Kami juga akan melakukan pengawasan pada jalur sungai,” ucapnya.

Menurutnya, pada jalur sungai inilah yang sering digunakan pemudik untuk ke daerah provinsi tetangga. (SRI/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.