6 Mei 2021

Penilaian Festival Salikur Resmi Dimulai, Ini Ketentuannya

2 min read

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin.

BANJARBARU – Sebanyak 55 rukun tetangga (RT) siap-siap mendapat penilaian dari dewan juri Festival Salikur yang diadakan Pemerintah Kota Banjarbaru pada Ramadhan tahun ini. Pasalnya, seluruh dewan juri acara yang pertama kali digelar tahun ini sudah resmi dilepas oleh Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin, di halaman Balai Kota, Minggu malam (2/5).

Pelepasan Secara Simbolis dewan juri Festival Salikur Banjarbaru 2021.

Usai acara, kepada sejumlah wartawan, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, sebanyak 55 RT yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan di kota Banjarbaru telah terdaftar sebagai peserta festival malam salikur 2021.

“55 peserta yang terdaftar ini yang akan dinilai oleh juri, penilaian tersebut meliputi keindahan lampion yang memeriahkan kampung tersebut, serta kekompakan masyarakat dalam kegiatan festival malam salikur dan partisipasi masyarakat menjalankan ibadah keagamaan atau meramaikan nilai nilai agama dalam lingkungan sekitar,” jelasnya.

Aditya menambahkan, diadakannya kegiatan Festival Salikur ini merupakan bentuk upaya menjaga tradisi “Badamaran” yang merupakan kebiasaan asli Banjar dalam menyambut malam salikur atau malam ke-21 Ramadhan.

“Budaya atau tradisi ini harus dipertahankan dan dijaga walaupun dalam masa pandemi yang tengah kita hadapi ini, maka dari itu, Festival Malam salikur tahun ini diadakan cukup di setiap RT saja, tidak diadakan kirab atau parade, agar tidak terjadi kerumunan massa dan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Festival Salikur tahun 2021, HE Benyamine menyampaikan, untuk penilaian setiap titik lokasi ada 3 kriteria yaitu kreatifitas, keindahan, serta kekompakan.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Malam Salikur, HE Benyamine

“Nantinya penilaian akan dilakukan dimana titik fokus peletakan lampion di RT tersebut, penataan ruang, kebersihan lingkungan dan bagaimana menata lampion sehingga menambah nilai keindahan di lingkungan tersebut juga akan menjadi poin yang dinilai,” ucap Ben, sapaan akrabnya.

Ben menambahkan, waktu penjurian akan dilakukan setiap jam 21.00 WITA yang akan dilanjutkan sampai masuk waktu sahur, sesuai dengan tradisi malam salikur, yakni memeriahkan 10 malam terakhir bulan ramadhan. Dan penilaian ini dilakukan secara bergiliran di tiap titik yang didatangi langsung oleh para dewan juri. (RDM-MZM/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.