6 Mei 2021

Tsunami Kasus COVID-19 di India, Pj Gubernur Harapkan Jadi Pembelajaran Bersama

2 min read

Pj Gubernur Kalsel Saat Menjadi Narasumber Diskusi Virtual Terkait COVID-19 pada Kamis (29/04)

BANJARBARU – Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA mengingatkan semua pihak di Provinsi ini, agar tidak lengah dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Pasalnya, perkembangan kasus baru masih terjadi peningkatan. Upaya ini harus terus dilakukan, meski saat ini sudah ada penurunan kasus. Harapannya,  agar tidak mengalami kondisi serupa dengan India.

“Pengalaman buruk di India yang sempat mengklaim berhasil, lalu lengah dengan acara keagamaan, dan berujung pada penyebaran kasus yang besar-besaran,” ujar Safrizal saat bertindak selaku narasumber,  dalam diskusi virtual bertajuk Bedah Banua Sinergitas Penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan, yang digelar Yayasan Amnesia Banjarmasin, pada Kamis (29/4).

Bertempat di Command Center Setdaprov Kalsel di Banjarbaru. Safrizal menyampaikan materi berjudul Sinergitas Penanganan COVID-19 di Kalsel. Pemateri lain adalah M Syaripuddin (Wakil Ketua DPRD Kalsel), DR Husaini SKM (Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan FK ULM), dan Muhammad Muslim (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel).

Disebutkan, kurun waktu Januari April, tercatat di Kalsel ada 17.312 kasus.  Mereka yang sembuh  15.712 orang (90,76 persen), pasien aktif sebanyak 1.248 orang (7,21 persen), dan meninggal dunia 352 orang (2,07 persen).

“Kasus masih didominasi kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Sementara, Kabupaten HST merupakan daerah tertinggi kematian,” sebutnya.

Dikatakan Safrizal, alasan kenapa Kalsel harus belajar dari kelengahan India hingga berdampak penularan dengan kematian ribuan orang per hari, adalah adanya kesamaan tipelogi masyarakat.

”Tipelogi masyarakat kita dan india relatif sama,” ujarnya.

Diketahui, India telah dilanda tsunami COVID-19 dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian, dan menipisnya pasokan medis.

Pada Minggu (25/4), India melaporkan 352.991 kasus COVID-19 terbaru, jumlah kasus virus corona terbanyak dalam sehari dari seluruh negara di dunia. Sehari setelahnya, pada Senin (26/4), India kembali melaporkan 323.000 kasus COVID-19 dan 2.771 kematian dalam sehari, tanpa tanda-tanda melambat.

Para ahli khawatir mutasi terbaru virus corona yang akan datang dapat mendorong lonjakan kasus yang semakin parah di India. Mutasi tersebut turut memicu kekhawatiran bahwa situasi yang sama akan segera menyebar lebih jauh di seluruh dinia.

Padahal, upaya untuk membatasi penyebaran varian B1617, biasa disebut mutasi ganda, yang berasal dari India belum cukup untuk mencegah pendeteksiannya di setidaknya 10 negara, termasuk Inggris dan AS.  (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.