7 Mei 2021

Dampak COVID-19, Diklatpim Tingkat II Skala Nasional Digelar Dengan Sistem Blended Learning

2 min read

Pelaksanaan PKM/Diklatpim tk. II Nasional, di Aula Kampus I BPSDMD Kalsel Graha Panglima Batur, Banjarbaru

BANJARBARU – Dampak COVID-19 tak hanya mengubah pola atau cara bekerja di sejumlah instansi pemerintahan saja. Melainkan hal tersebut, ternyata juga berdampak pada penyelanggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan (Diklatpim) tingkat II yang digelar secara nasional di Kalimantan Selatan.

Upacara Pembukaan PKM/Diklatpim tk. II dihadiri Kepala LAN RI, Adi Suryanto dan diikuti seluruh peserta dari PNS diberbagai wilayah di Indonesia.

Menyiasati itu, pemerintah telah melakukan langkah cepat agar kegiatan ini mampu berjalan dengan baik, yakni menerapkan sistem blended learning atau biasa disebut dengan pembelajaran campuran.

Kepala Lembaga Administrasi Nasional (LAN) Republik Indonesia, Adi Suryanto mengungkapkan, sebelum masuknya wabah COVID-19 di Indonesia, cara klasikal (tatap muka) diakui lebih efektif. Namun, dikarenakan masih dalam suasana pandemi. Maka, pilihan antisipasi yang diambil pihaknya saat ini adalah sistem jarak jauh dengan menggunakan internet.

“Ketika kondisi normal, bisa di desain secara klasikal dan sekarang kita menggunakan sekarang yakni learn blended. Jadi, klasikalnya sedikit tapi lebih banyak dilaksanakan secara virtual ditempat kerjanya masing-masing dengan menggunakan sistem jaringan berbasis IT ,” katanya usai mengikuti kegiatan Upacara Pembukaan PKM/Diklatpim tingkat II yang diikuti secara nasional, di aula kampus I BPSDMD Kalsel Graha Panglima Batur, Banjarbaru, Selasa (27/4) kemarin.

Blended learning merupakan sistem yang paling tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan disaat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Dimana, peserta hanya cukup mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

“Mereka (peserta) dalam melakukan presentasi pun lebih banyak daring atau virtual dengan menggunakan berbagai media aplikasi,” tutur Kepala LAN RI, Adi Suryanto.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalsel, Muhammad Nisfuani menyebutkan, dalam penyelenggaran kegiatan Diklatpim yang digelar secara nasional tersebut. Sebelumnya, pemerintah menargetkan maksimal peserta sebanyak 60 orang. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak terpenuhi dan hanya diikuti sekitar 54 orang saja.

“Kemarin sudah dipanggil 60 orang, ternyata memang ada kabupaten yang mengundurkan diri tapi bukan berasal dari Kalsel,” katanya.

Meski digelar secara nasional, dirinya menyampaikan, bahwa kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta tersebut ternyata lebih dominasi oleh pemerintahan ditingkat kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Hampir semua kabupaten/kota dan provinsi,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menuturkan, dari 54 peserta yang mengikuti pendidikan secara nasional. Dalam rinciannya itu, terdapat 8 orang dari instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Rencananya ada 10 orang, dua mengundurkan diri, yaitu dari Badan Keuangan Daerah dan Biro Hukum Setdaprov Kalsel,” bebernya.

Dia membeberkan, untuk penyelengaraan klasikal pada Diklapim tingkat II ditahap pertama hanya dilaksanakan selama 4 hari saja. Mengingat, pelatihan dan pendidikan yang digelar pihaknya lebih menerapkan sistem virtual atau online.

“Sebetulnya klasikal itu kan jumlahnya pendidikannya ada sekitar tiga bulanan, tapi tahap pertama ini hanya empat hari saja. Sisanya nanti kita pakai aplikasi zoom meeting, makanya banyak dilaksanakan ditempat kerja masing-masing,” paparnya.

Ditempat yang sama, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel, Fathurrahman berpesan, dengan dilaksanakannya Diklatpim tingkat II khusus bagi Pimpinan Tinggi Pratama menjadi Fungsional itu diharapkan kedepan mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik lagi sebagai pemimpin diinstasi pemerintahannya.

“Semoga bisa membuat perubahan, Diharapkan juga harus tetap memiliki integritas tinggi, jujur dan bisa membawa kearah yang lebih baik lagi di lingkungan masing-masing instasi pemerintahan,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.