17 Mei 2021

Gagal ke Luar Negeri, 10 TKI Ilegal Asal Kalsel Berhasil Terjaring

2 min read

Kepala UPT BP2MI Banjarbaru, Amir Hakim Abdi Sihotang

BANJARBARU – Tercatat sekitar 10 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kalimantan Selatan kembali diamankan oleh petugas BP2MI di Bandar udara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru.

Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru, Amir Hakim Abdi Sihotang mengatakan, diamankannya calon pekerja TKI ilegal ini diduga kuat berasal dari berbagai daerah di provinsi ini. Dimana wilayah tersebut, meliputi Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU) serta Tabalong.

“1 orang dari Kabupaten Banjar, 5 orang dari Tapin dengan tujuan arab saudi, 3 orang dari Hulu Sungai Utara, sedangkan untuk 1 orang lagi berasal dari Tabalong, jadi jumlahnya ada 10 orang terhitung pada tahun ini,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Dia menuturkan, dari 10 calon TKI ilegal asal Kalsel yang nekat ingin berangkat tanpa identitas resmi ini, pemerintah Indonesia hanya memerlukan waktu sekitar tiga bulan saja dalam operasi tersebut, terhitung sejak Januari – Maret 2021.

“Dari 10 orang ini, 2 diantaranya dari merupakan warga HSU dan Banjar berhasil digagalkan pada 14 Januari lalu, 5 lainnya yang berasal seluruhnya dari kabupaten Tapin dan diamankan pada 1 Februari kemarin, sedangkan pada 23 Maret 2021, kembali digagalkan 2 orang berasal dari HSU juga dan 1 dari Tabalong,” tutur Kepala UPT BP2MI Banjarbaru.

Saat ditanya tujuan TKI ilegal Kalsel ini ingin pergi kemana, disebutkan Amir, menurut keterangan mereka, rata-rata ingin berangkat ke wilayah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

“Tujuan mereka mau bekerja ke Timur Tengah,” ungkapnya.

Terkait 10 TKI ilegal ini gagal berangkat dan berhasil terendus, diakuinya, telah mendapatkan informasi atau aduan dari masyarakat.

“Semua TKI ilegal ini kami gagalkan di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru,” imbuhnya.

Menurut Amir, Kemungkinan tahun ini, jumlah calon TKI ilegal yang berhasil digagalkan diprakirakan lebih banyak dibandingkan pada 2020 lalu. Hal tersebut dikarenakan pihaknya telah memperkat pengawasan.

“Dari keterangan yang didapatkan, mereka ketahuan ingin bekerja ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi,” katanya.

Dari data yang diperoleh melalui UPT BP2MI Banjarbaru, TKI ilegal tersebut ada yang berasal dari Desa Jalan Lurus, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sedangkan satunya lagi beralamat di Desa Bongkang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong.

“Sisanya Kabupaten Tapin dan Banjar. Kalau tujuan mereka ya tadi rata-rata ingin bekerja ke Arab Saudi karena hal ini juga sudah merupakan tradisi orang di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.