6 Mei 2021

Tujuh Hari Jelang Idul Fitri, Pemerintah Jaga Ketat Perbatasan Kalsel

2 min read

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA saat memberikan keterangan terkait rencana penyekatan di perbatasan

BANJARBARU – Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, tepatnya tujuh hari sebelum perayaan, pemerintah provinsi bersama Polda Kalsel akan melakukan penjagaan secara ketat di sejumlah titik perbatasan. Hal ini dilakukan, guna menanggulangi terjadinya lonjakan kasus penyebaran COVID-19.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, selain akan fokus dalam pengawasan pada jalur tranportasi darat dan pemudik penumpang angkutan udara yang datang ke Kalimantan Selatan, juga wajib memperlihatkan surat hasil pemeriksaan COVID-19.

“Naik pesawat kan harus tes dulu, semua orang yang naik harus membawa hasil surat tes antigen. Sebelumnya kan juga sudah begitu,” ujarnya, baru-baru tadi.

Terkait penjagaan jalur transportasi darat bagi angkutan umum dan pemudik, lanjut Safrizal, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Selatan.

“Kami lakukan penyekatan (penjagaan), di pintu masuk termasuk melakukan tes rapid antigen diperbatasan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, dalam pelaksanaannya nanti, angkutan umum dan pemudik akan wajib mengikuti tes rapid antigen yang disediakan oleh Pemprov Kalsel di sejumlah perbatasan. Meski demikian, tes tersebut dipastikan tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Disiapkan dan kami sediakan diperbatasan,” ucapnya.

Ia menegaskan, bagi pemudik yang tidak jelas tujuannya. Secara otomatis, dilarang melanjutkan perjalanan dan harus memutar balik arah.

“Kalau tujuannya mudik kami minta kembali. Apabila ada urusan yang sangat penting, bawa surat dari kelurahan atau surat tugas lalu di tes di perbatasan,” ungkapnya.

Namun, dirinya membeberkan, khusus angkutan bermuatan logistik atau kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kalimantan Selatan. Safrizal menegaskan kembali, jenis angkutan darat ini masih diperbolehkan melewati jalur perbatasan meski dijaga ketat oleh sejumlah petugas.

“Kecuali usaha-usaha esensial dalam rangka kebutuhan pokok bagi masyarakat,” tutur Pj Gubernur Kalsel.

Dalam kegiatan nanti, Safrizal mengungkapkan, rencananya akan dilaksanakan pada 6 – 17 Mei 2021. Tetapi, kepastian titik mana saja yang akan dilakukan penyekatan atau penjagaan di sejumlah perbatasan di Kalimantan Selatan. Ia menyebut, belum mengetahui secara detail terkait lokasi operasi tersebut.

“Nanti akan kami umumkan bersama dengan Polda Kalsel, titik mana saja yang akan dilakukan penyekatan atau penjagaan ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.