7 Mei 2021

Belajar Luring Dimulai Juli, DPRD Kalsel Pantau Kesiapan Sekolah

1 min read

Suasana Pemantauan Komisi IV DPRD Kalsel ke SMA Negeri 1 Bati-Bati

Banjarmasin – Rencana pembelajaran luar jaringan (luring) atau tatap muka di sekolah pada bulan Juli mendatang yang dikemukakan Kementerian Pendidikan RI, langsung ditindaklanjuti DPRD Kalimantan Selatan dengan pantauan ke sejumlah SMA.

Salah satunya ke SMA Negeri 1 Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, pada Jum’at (16/4) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Iberahim Noor.

“Kunjungan kerja ini dalam rangka memantau kesiapan sejumlah sekolah yang ada di Kalimantan Selatan. Mulai dari protokol kesehatan hingga sarana penunjang lainnya,” katanya, Senin (19/4).

Ia mengungkapkan, kunjungan serupa juga sebelumnya dilakukan ke SMA Negeri 1 Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Dalam audiensi yang digelar bersama tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Bati-Bati, Iberahim dan sejumlah anggota Komisi IV lainnya juga menerima aspirasi.

Seperti adanya keinginan para guru agar vaksinasi tak hanya bagi mereka yang mengajar, namun juga diberikan kepada peserta didik. Sehingga upaya proteksi dapat lebih maksimal karena ada perlindungan dua arah.

Namun yang menjadi kendala, saat ini vaksin Sinovac yang digunakan dalam vaksinasi untuk pencegahan COVID-19 di Indonesia memiliki batas usia minimal.

Yakni hanya boleh diberikan kepada orang yang minimal berusia 18 tahun. Sementara para pelajar rata-rata usia 18 tahun itu sudah kelas XII.

Untuk itu, hasil masukan dari tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang dikunjungi akan menjadi masukan untuk mencari solusi yang tepat sebelum proses pembelajaran luring digelar pada Juli mendatang.

Terutama untuk dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, agar mencari solusi bersama-sama. (NRH/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.