7 Mei 2021

BBTKLPP Banjarbaru Sudah Periksa 8.500 Sampel Swab PCR

2 min read

Pemeriksaan sampel swab PCR COVID-19 di dalam mobil Survielans Bergerak.

Banjarbaru – Sebanyak 8.500 sampel hasil swab PCR COVID-19 dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan sepenuhnya telah diperiksa dan diuji di laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulisiswanto mengatakan dari total jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium pihaknya tersebut, setidaknya telah berjalan dari Januari 2021 hingga sekarang.

“Pada Januari lalu, kami menerima sampel sebanyak 1.613, kemudian Februari sekitar 3.233 dan Maret ada 2.845. Namun, dari tanggal 1 sampai 8 April 2021 sebanyak 629 jadi jumlahnya sekitar 8.320. Dalam seminggu ini lagi pengupdetan kalau total hingga sekarang ada 8.500an,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (14/4) kemarin.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Ia mengungkapkan, terkait pengujian sampel sesuai zona pemeriksaan pihaknya saat ini fokus pada empat wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu meliputi, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong.

“Sekarang sampel yang kami periksa sudah menurun dibawah 100, tetapi, kadang-kadang 120,” ungkapnya.

Terkait menurunnya pemeriksaan sampel. Hal ini dikarenakan BBTKLPP Banjarbaru beserta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan telah berhasil memberikan pembinaan kepada 14 fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes).

“Dengan adanya pembinaan ini, semua fasyankes di Kalsel bisa berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Kendati demikian, BBTKLPP Banjarbaru kembali diberikan kepercayaan untuk memeriksa SIR epedemiologi antibodi COVID-19 sebanyak 1.200.

“600 itu dari Kalteng, 600 dari Kalsel dan sudah kami laporkan Labbangkes,” tuturnya.

Slamet menyampaikan, sempat adanya indikasi terjadinya mutasi COVID B 117 di Kalimantan Selatan, BBTKLPP Banjarbaru dipercaya untuk memeriksa wabah menular tersebut.

“Dari pemeriksaan itu, dilakukan tracing-trakcking di Kalsel dan ternyata sampel itu berasal dari Kabupaten Tapin sebanyak 42 orang. Bahkan, hal itu sudah kami kirim ke Labbangkes. Sehingga, kewenangan mutasi tersebut serta mengetahuinya adalah di Labbangkes juga,” paparnya.

Dalam mengantisipasi adanya pengembangan mutasi COVID B 117 di Kalimantan Selatan. BBTKLPP Banjarbaru juga diminta oleh Labbangkes Kemenkes RI untuk mengirimkan sampel dengan CT (Cycle Threshold) dibawah 25.

“Siapa tahu CTnya dibawah 25 ternyata masih ada pengembangan mutasi virus ini dan lain-lainnya. Namun, kami sudah mengirim tiga atau empat kali sampel dengan CT dibawah 25 ke Labbangkes, itulah yang terkait dengan mutasi B 117 yang ada di Kalsel,” pungkasnya. (RHS/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.