10 Mei 2021

WHO Akui Peralatan Medis Laboratorium BBTKLPP Banjarbaru Memenuhi Standart

2 min read

Ilustrasi : lab uji sampel COVID-19 dengan mesin PCR

BANJARBARU – Peralatan medis laboratorium dan tes alat Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru dipastikan telah memenuhi standart. Terlebih, sudah mendapatkan pengakuan dari World Health Organization (WHO).

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengatakan, terkait pemeriksaan. Menurutnya telah melalui Standart Operational Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Tak lupa pula, setiap pemeriksaan harian kami, BBTKLPP Banjarbaru tetap melaksanaan dan memerhatikan quality control. Fungsinya itu apabila masuk dalam value normal, maka, untuk hasil satu harinya bisa selesai,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (14/4) kemarin.

Kemudian, Ia juga menyebutkan, pemantapan mutu internal pun sudah mereka lakukan. Meski BBTKLPP Banjarbaru memiliki tiga alat. Namun, apabila ada hal yang bersifat meragukan bagi penguji laboratorium, pihaknya tak segan untuk melakukan pengulangan uji sampel.

“Alat yang kami punya yaitu bapergen, biuret dan alat yang ada dalam mobil surveilans bergerak. Kami sebagai unsur pemerintah, kalau ada situasi aneh atau ganjil itu di ulang dan semua tidak bayar kalau swasta belum tentu ada sedikit mereka tulis tapi belum pasti di verifikasi karena dengan biaya mandiri,” paparnya.

Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto

Slamet menuturkan, untuk mendapatkan verifikasi dua hingga empat kali. Dirinya menegaskan masih tetap gratis.

“Tapi kalau swasta, mikir-mikir dulu,” ucapnya.

Dalam pemeriksaan, Ia menegaskan, ada beberapa tahapan uji yang harus dilakukan, yakni melalui free analytic, analytic dan pasca analytic.

“Kalau analyticnya benar, tapi analisisnya salah seterusnya juga salah. Kalau beberapa kasus yang ada di BBTKLPP Banjarbaru tentunya tetap kami lakukan kontrol dengan tiga alat tersebut,” katanya.

dia mengungkapkan, dalam melakukan running (mesin real time PCR) untuk pemeriksaan COVID-19 pihaknya pun juga melaksanakannya tidak sembangan.

“Mengingat, BBTKLPP Banjarbaru bukan laboratorium ujuk-ujuk. Bukan tahunya pas ada COVID-19 saja, laboratorium Virologi kami sudah ada sejak dulu dan tenaganya sudah bersertifikat ISO 17025 namanya laboratorium penguji,” imbuh Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto.

Disamping itu, Ia membeberkan, BBTKLPP Banjarbaru setidaknya telah membina dan mendampingi 14 fasyankes. Tentu, hal ini, sudah melalui Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipatuhi sesuai ketetapan dari pemerintah pusat.

“Kami juga sudah melakukan uji profisiensi dengan WHO. Untuk hasilnya BBTKLPP Banjarbaru 100 persen sudah sesuai mutu dan standartnya sebagai laboratorium penguji, selanjutnya tinggal menunggu sertifikat dari WHO yang dikirim pada bulan (April) ini juga,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.