6 Mei 2021

Angka Usia Harapan Hidup di Kalsel Mulai Membaik

2 min read

Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira

BANJARBARU – Usia harapan hidup di Kalimantan Selatan telah menunjukan angka yang lumayan baik. Dari rata-rata 64 persen, 72 – 74 persen kini dimiliki kabupaten/kota.

Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan, meski beberapa daerah di provinsi ini sebagian masih menunjukkan angka penurunan dibawah standart. Namun, Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong disebutkan mengalami kenaikan.

“Angkanya sudah baik, usia harapan hidup kita rata-rata 64 persen dan ada kabupaten/kota sebagian mengalami kenaikan, yaitu, Banjarmasin di 72 persen, Banjarbaru berada diangka 74 persen serta Tabalong juga tinggi,” ungkapnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, faktor tinggi atau rendahnya angka usia harapan hidup di Kalimantan Selatan. Menurutnya, adalah gaya pola hidup.

“Ada tiga, terdiri dari pola makan, tidur, strees dan olahraga. Apabila ketiga ini cukup maka umur panjang,” ungkapnya.

Untuk bisa mencapai hal tersebut, Pemerintah terus mendorong program peningkatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Baik mendukung secara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) maupun pola gaya olahraganya.

“Itu lengkap tuh, baik program PHBS, makan sehatnya, gizi dan tidur yang cukup serta pola olahraga,” tutur Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira.

Terkait dukungan agar usia harapan hidup bisa terus meningkat, dirinya membeberkan, pemerintah bakal tetap mendorong daerah di kabupaten/kota khususnya di Kalimantan Selatan untuk memiliki kawasan taman khusus berolahraga tanpa harus dipungut biaya sedikit pun.

“Daerah di Kalsel akan kita dorong punya tempat atau lokasi olaraga massal dan itu bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” bebernya.

Fajar Desira menyebutkan, agar kedepan angka usia harapan hidup terus melonjak positif dan dapat terwujud antara lain, pemerintah bisa menyelenggarakan senam massal atau dapat menyediakan fasilitas olahraga gratis di kawasan pertamanan yang sekaligus mampu menjadi tempat destinasi rekreasi yang sehat.

“Kemudian, olahraga yang sifatnya massal tapi murah atau tidak berbayar. Yang mana, kami mengapresiasi beberapa kota di Kalsel yang kini punya fasilitas olahraga gratis di taman contohnya seperti taman Kamboja di Banjarmasin dan lapangan Murjani Banjarbaru. Hal tersebut harus terus didorong,” paparnya.

Kepala BKOM Kalsel, Agussalim Mooduto

Sementara itu, Kepala Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalimantan Selatan, Agussalim Mooduto memaparkan, dalam upaya mendukung serta merealisasikan program GERMAS di Kalimantan Selatan melalui kegiatan olahraga kebugaran diharapkan bisa menyumbang angka positif usia harapan hidup.

“Kedepannya punya persepsi yang sama. Kami harapkan bisa terus memajukan olahraga kebugaran masyarakat, agar upaya atau langkah produktif mampu terwujud. Dimana, Stunting dapat dicegah di awal, angka kematian ibu hamil juga rendah dan lansia pun kita dorong untuk tetap produktif,” katanya. (RHS/RDM/APR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.