6 Mei 2021

PAD BPMHP Kalsel Dipastikan Berangsur Normal

2 min read

Kepala BPMHP Kalsel, Khairuddin.

Banjarbaru – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp150 juta khusus Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Kalimantan Selatan kini dipastikan mulai berjalan normal.

Kepala BPMHP Kalsel, Khairuddin mengatakan, tercatat sejak Januari – Maret 2021 angka sementara berhasil terkumpul sebanyak Rp46 juta atau sekitar 31 persen.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan pandemi COVID-19 ini segera berakhir dan usaha-usaha unit pengolahan ikan bisa kembali berproduksi seperti biasa,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Selasa (30/3) siang.

Dia menuturkan, meski memiliki tiga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam melaksanakan kegiatan. Namun, pada 2020 lalu, PAD yang dicapai sempat turun akibat dampak buruk yang ditimbulkan oleh COVID-19 di Kalimantan Selatan.

“Yang pertama, dipengujian mutu hasil perikanan, kemudian, sertifikasi produk perikanan dan diversifikasi produk perikanan. Dimana pula, pendapatan BPMHP Kalsel sempat mengalami penurunan termasuk jumlah pengujian,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada 2019 lalu tercatat ada 3.040 pengujian. Akan tetapi, tahun lalu BPMHP Kalsel harus mengalami pengurangan cukup drastis yakni sekitar 1.705 pengujian saja.

“Karena jumlah pengujiannya ini berkurang. Yang mana, pengujian itu ada berasal dari sampel pengguna jasa maupun monitoring,” ucapnya.

Khairuddin mengakui, pada 2020 lalu, untuk sampel monitoring mengalami pengurangan. Hal tersebut dikarenakan biaya untuk pengambilan sampel mengalami penyesuaian.

“Sedangkan untuk sample pengguna jasa dari unit-unit pengolahan ikan di Kalsel dari jumlah pengujian mengalami pengurangan dibandingkan 2019 lalu sebesar 21,49 persen atau realisasi hanya tercapai sekitar Rp143 juta,” paparnya.

Ia membeberkan, khusus Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2019 lalu Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Kalimantan Selatan telah berhasil menyentuh angka realisasi sebesar Rp182 juta.

“Jadi, pada 2019 lalu untuk PAD BPMHP Kalsel berhasil menyentuh nilai sebesar Rp182 juta lebih, namun, untuk tahun lalu hanya tercapai sekitar Rp143 juta saja,” pungkasnya. (RHS/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.