6 Mei 2021

194 SMA/SMK di Kalsel Siap Laksanakan Ujian Sekolah

2 min read

Pj Gubernur, Safrizal ZA (kanan) didampingi Kadisdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi (kiri) saat mengikuti dialog bersama Kepala SMK/SMA se Kalsel Tentang Persiapan Ujian Sekolah Secara Daring.

BANJARBARU – Sebanyak 194 satuan pendidikan di tingkat SMA/SMK di Kalimantan Selatan dipastikan siap mengikuti ujian sekolah. Dalam Pelaksanaannya bakal dilangsungkan selama 2 pekan, terhitung sejak 29 Maret – 10 April 2021.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan selain dipastikan siap, penyelenggaraannya pun dilaksanakan mayoritas secara daring, meski sebagian akan dilakukan pula secara luring atau tatap muka.

“Hal ini dilakukan karena sebagian siswa masih kesulitan untuk mengakses internet,” ujarnya, usai mengikuti kegiatan dialog bersama Kepala SMA/SMK se Kalsel tentang persiapan ujian sekolah secara daring, di Command Center Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (25/3) siang.

Demi memproteksi agar lebih aman terhadap penyebaran COVID-19, Safrizal mengungkapkan, guru serta tenaga pendidik lainnya wajib mendapatkan swab antigen sebagai upaya memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Selain itu, juga wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan yang pastinya menjaga jarak,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam mengikuti ujian sekolah. Maka, hal yang bisa dilakukan adalah dengan sistem penugasan.

“Kalau sulit untuk melakukan ujian baik daring atau offline, maka dilakukan dengan penugasan. Ini adalah 3 metode dalam pelaksanaannya,” tuturnya.

Dirinya memastikan meski penyelenggaraannya dilaksanakan secara daring. Namun, dipastikan mutu serta kualitas ujian tersebut masih sama seperti tatap muka.

“Mudah-mudahan siswa di seluruh Kalsel bisa sukses dalam mengikuti ujian sekolah ini dan selesai sesuai tanggal yang telah ditetapkan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendi. Ia menjelaskan, untuk kegiatan ujian sekolah dipastikan tetap menerapkan sistem daring atau online. Tetapi, ketentuan ini pun masih bisa diikuti secara offline apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam menggunakan internet.

“Apabila ditempat tinggalnya tidak ada sinyal, siswa tersebut boleh mengikuti ujian di sekolahnya. Tetapi, untuk konsep ujian sekolah masih menerapkan daring,” katanya. (RHS/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.