6 Mei 2021

Jelang Ramadhan, Stok 11 Bahan Pokok di Kalsel Aman Hingga April

2 min read

Pj gubernur Kalsel (tengah) saat memimpin rakor kesiapan Ramadhan dan Idul Fitri pada Selasa (16/03)

BANJARBARU – Jelang Ramadhan tahun 2021, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan menggelar rakor kesiapan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, pada Selasa (16/3) di ruang Aberani Sulaiman setdaprov Kalsel. Rakor yang menghadirkan sejumlah SKPD terkait dari 13 kabupaten kota dan juga para distributor serta pedagang besar ini, dipimpin langsung pj gubernur Kalsel Safrizal ZA, didampingi kepala perwakilan Bank Indonesia Kalsel Amanlison Sembiring, dan juga kepala biro perekonomian provinsi Kalsel. Acara berlangsung dengan mengedepankan protokol kesehatan, yakni setiap tamu yang hadir menjalani swab antigen terlebih dulu, dan jumlah yang hadir di dalam ruangan dibatasi separo dari kapasitas maksimal.

Pj gubernur Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan

Usai acara, kepada wartawan, pj gubernur Kalsel Safrizal ZA memastikan, bahwa hasil rakor yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut, memastikan 3 hal penting terkait kesiapan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Yakni terkait ketersediaan 11 bahan pokok dan 7 bahan penting, distribusi serta harga.

“Untuk 11 bahan pokok dan 7 bahan penting, ketersediaan mencukupi hingga April nanti. Dan ini akan terus kita pantau dan koordinasikan untuk stok lebih lanjut, dengan seluruh stakeholder. Pada intinya akan terus kita pantau. Kemudian terkait distribusi, juga sudah kita pastikan lancar untuk jalur darat maupun laut. Termasuk untuk jalan gubernur Syarkawi yang menjadi salah satu jalur utama distribusi di Kalsel, sudah selesai proses pengerasan jalannya, dan sudah dapat dilalui dua jalur. Meski begitu masih ada sejumlah jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan, dan kita sudah atur untuk memastikan kelancaran distribusi. Baik itu dengan sistem pengurangan tonase, atau dengan pengawalan khusus. Jika masalah ketersediaan dan distribusi ini sudah dapat teratasi, maka harga pun akhirnya dapat dikontrol agar terjangkau masyarakat. Tapi tetap kita meminta masyarakat untuk ikut membantu kami memantau masalah ini, termasuk dari rekan media. Satu SMS pun yang dikeluhkan masyarakat terkait masalah ketersediaan, distribusi dan harga bahan pokok ini, akan kami tanggapi serius,” papar lelaki kelahiran Aceh itu.

Sementara itu, kepala dinas perdagangan provinsi Kalimantan Selatan Birhasani mengatakan, setidaknya ada 4 komoditas bahan pokok dan 2 bahan penting, yang dikhawatirkan mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri kali ini. Yakni harga gula pasir, cabe, bawang merah dan bawang putih, untuk komoditas bahan pokok. Sedangkan untuk bahan penting adalah BBM dan elpiji 3 kilogram.

“Untuk bahan pokok, kita sudah koordinasikan dengan kabupaten kota, untuk mendata daerah – daerah mana saja yang bulan depan akan panen, terutama produk cabe. Mengingat saat ini, Kalsel hanya mengandalkan pengiriman cabe dari Sulawesi. Sedangkan dari pulau Jawa, masih terkendala kondisi bencana dan cuaca. Terkait komoditas bahan penting, terutama elpiji 3 kilogram, pj gubernur sudah instruksikan untuk memperketat penjualan secara tertutup. Dengan kata lain, yang tidak tergolong masyarakat miskin, tidak dapat sama sekali membeli elpiji bersubsidi ini,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.