6 Mei 2021

Ekonomi Kalsel Ikut Terpuruk Akibat COVID-19, Balitbangda Kaji Pemulihan dan Dampaknya

2 min read

Peneliti Ahli Balitbangda Kalsel, Herry Pradana

BANJARBARU – Kalimantan Selatan merupakan wilayah yang kini masih terkena dampak wabah COVID-19. Tak heran, jika sektor ekonomi di daerah ini juga harus ikut terpuruk.

Mengetahui hal itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi akan melaksanakan kajian ini untuk menelusuri penyebab secara lebih mendalam lagi terkait ekonomi di Kalimantan Selatan.

Peneliti Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Balitbangda Kalsel, Herry Pradana mengatakan kajian yang dilakukan ini merupakan bentuk kesiapan dalam upaya pemulihan ekonomi di Kalimantan Selatan. Meskipun dampak yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 diketahui cukup banyak.

“Dampak dari virus Corona ini terhadap perekonomian nasional terutama di Kalsel sendiri kita mengetahui lah banyak sekali. Namun, dari dampak wabah ini, melihat semuanya pun tidak memungkinkan juga atau not feasible (tidak layak) lah, tapi terlebih dahulu kami akan mengukur serta menganalisis langkah yang tepat dalam upaya perbaikannya,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu yang lalu.

Selain terfokus pada dampak ekonomi, Herry menyebutkan, ada beberapa sampel yang juga rencanannya masuk dalam kajian ini sebut saja, tingkat pengangguran, perdagangan, industri hingga turun ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Makanya, dengan kajian ini bagaimana kedepan cara atau strategi yang tepat dalam melakukan memulihkan ekonomi di Kalsel terutama mengembalikan sektor-sektor yang ada supaya bisa kembali seperti semula,” ungkapnya.

Dilanjutkannya lagi, dari sekian banyak dampak. Secara tidak langsung, pemerintah juga akan menganalisis strategi yang tepat dalam melakukan pemulihan ekonomi di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kalau dampak pasti jelas sudah, baik itu sektor UMKM, pendidikan, kesehatan dan hampir semua sektor lah yang mengalami hal ini. Kedepan, itu lah nanti yang akan menjadi sampel dalam penelitian bersama peneliti dari Pemprov Kalsel,” paparnya.

Sebelum melaksanakan kajian dilapangan, Ia membeberkan bahwa untuk lebih mempertajam lagi dalam kesiapan kajian terkait dampak COVID-19 terhadap ekonomi di Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel telah menunjuk Bank Indonesia sebagai narasumber.

“Akhir Maret nanti Balitbangda Kalsel akan mengundang Bank Indonesia (BI) dalam kegiatan workshop. Yang mana, kami akui kalau BI ini sangat berkompeten membidangi hal tersebut. Selain itu, data-data yang mereka miliki juga lengkap dan selalu update sesuai tupoksinya bahkan itu membantu untuk meloloskan kajian dampak COVID-19,” bebernya.

Meski dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh virus asal Wuhan, China cukup banyak. Akan tetapi, menurutnya lagi, angka kemiskinan pun terindentifikasi juga akan menjadi salah satu indikator sampel dalam penelian tersebut.

“Setelah mengadakan workshop nanti, kami coba ambil ada satu sampel yang memang cukup berdampak pada sektor ekonomi dimasa pandemi COVID-19, entah itu nanti ketenagakerjaan kah, UMKM bahkan kemiskinan. Jadi, semua itu akan menjadi gambaran awal dalam pemulihan ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.