7 Mei 2021

Vaksin Tahap Kedua, Giliran Wartawan Disuntik Sinovac

2 min read

Ketua PWI Kalsel (duduk) saat divaksin pada Rabu (10/03) disaksikan anggota kehormatan PWI Kalsel (batik coklat) dan kepala dinas kesehatan Kalsel (dua dari kanan, baju putih)

BANJARMASIN – Vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah dimulai di Kalimantan Selatan pada Maret ini. Kali ini sasarannya adalah lansia dan para petugas pelayanan publik. Termasuk didalamnya pada jurnalis, yang diketahui termasuk golongan rentan terpapar virus asal Wuhan China tersebut.

Terkait hal ini, maka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel bekerjasama dengan pemerintah provinsi Kalsel menggelar vaksinasi massal bagi 370 wartawan, di lingkup kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Para wartawan ini dibagi dalam dua gelombang penyuntikan, yakni pada Rabu (10/3) sebanyak 180 orang, dan pada Jum’at (12/3) sebanyak 190 wartawan. Tempat pelaksanaan vaksinasi ini di gedung PWI Kalsel kawasan Banua Anyar Banjarmasin.

Kepada wartawan, juru bicara satgas penanganan COVID-19, sekaligus kepala dinas kesehatan provinsi Kalsel Muhammad Muslim mengatakan, para jurnalis termasuk dalam golongan petugas pelayanan publik, yang juga rentan terpapar COVID-19.

“Para wartawan ini kan sering bertemu dengan banyak orang, yang tentunya sangat rentan terpapar virus ini. Alasan inilah yang membuat wartawan, kami prioritaskan untuk mendapatkan vaksin selain para lansia, prajurit TNI/Polri, tokoh agama, guru dan pedagang pasar,” urainya.

Sementara itu, ketua PWI Kalsel, Zainal Helmi mengucapkan terima kasih, karena wartawan sudah diprioritaskan mendapatkan vaksin tahap kedua dari pemerintah. Ia berharap, langkah vaksinasi ini menjadi jalan bagi para jurnalis untuk lebih leluasa menjalankan tugasnya, meskipun tetap dalam koridor protokol kesehatan.

“Para wartawan ini, kalau sudah menjalankan tugasnya di lapangan sangat antusias. Bahkan tak jarang melupakan protokol kesehatan, diantaranya dengan berkerumun dan lupa menjaga jarak. Karena itulah, penting bagi wartawan untuk mendapatkan vaksin ini, sebagai ikhtiar untuk terhindar dari paparan virus ini,” terang Helmi.

Selanjutnya, Zainal Helmi juga berharap, agar pada vaksinasi tahap kedua ini, pemerintah memberikan tambahan jatah sebanyak 550 orang lagi, bagi para pekerja media. Karena walaupun mereka tidak terjun langsung ke lapangan seperti para jurnalis atau wartawan, namun peran serta mereka juga sangat besar bagi media bersangkutan. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.