10 Mei 2021

Diskominfo Kalsel Gelar Pembekalan Teknis Metadata Statistik Sektoral

2 min read

Kepala Dinas Kominfo Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai (tengah) bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Edy Mahmud (kanan)

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pembekalan teknis membangun metadata statistik sektoral. Pembekalan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Yanuar Noor Rifai, dan dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Edy Mahmud di ruang rapat Dinas Kominfo pada Rabu (10/3).

Dalam sambutannya Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan, data merupakan sumber utama dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga setiap SKPD harus mampu dalam menyajikan data yang valid dan akurat.

“Data merupakan sumber utama tanpa data pekerjaan tak akan bermanfaat . Oleh karena itu bagaimana kita bisa menyajikan data SKPD yang valid dan akurat. Terima kasih kepada BPS memberikan Kontribusi seperti kegiatan yang kita lakukan ini dalam membangun data statistik Provinsi Kalimantan Selatan, terutama dalam melengkapi data statistik sektoral di daerah,” ucapnya.

Dilanjutkan Rifai, untuk meningkatkan data yang berkualitas setiap SKPD lingkup provinsi Kalimantan Selatan, perlu koordinasi dan sinkronisasi antara setiap SKPD. terlebih Badan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pusat Statistik (BPS), serta pengelola data sektoral lainnya.

“Kegiatan ini sebagai acuan pelaksanaan dan pedoman pengelolaan metadata bagi produsen data. Diharapkan dapat mensinkronisasikan dan menyajikan data-data di SKPD, sehingga dapat mewujudkan transparansi data khususnya statistik sektoral Daerah,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Edy Mahmud juga membenarkan, apa yang disampaikan Rifai. Dengan adanya data, maka pekerjaan yang dilaksanakan setiap SKPD tidak akan dipandang sebelah mata.

“Data ini sebetulnya sangat penting, tapi karena masih banyak yang memandang sebelah mata dalam mengolah data, sehingga banyak yang berasumsi pengolahan data tidak terlalu penting,” ucap Edy.

Edy mempercayai, dalam pembangunan daerah. Juga diperlukan pengolahan data yang signifikan.

“Kami percaya bahwa kalau membangun tanpa data bagaikan membangun kegagalan. Data itu kompas, sebagai bahan pemaparan, monitoring, dan sebagainya,” tutup Edy.

Untuk diketahui, Pembekalan teknis membangun metadata statistik sektoral diikuti 22 perwakilan dari SKPD lingkup provinsi Kalimantan Selatan, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (MRF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.