10 Mei 2021

Progres Pembangunan Ponpes Tahfidz RMA Baru Capai 40 persen

1 min read

BANJARBARU – Sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Agustus 2020 lalu, pembangunan Ponpes Tahfidz Raudhatul Muta’allimin Annahdliyah (RMA) Banjarbaru mulai terlihat fisiknya, meski tidak terlalu signifikan.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Yayasan Pesantren Tahfidz RMA, Muhari mengatakan, progres pembangunan kini sudah mencapai sekitar 40 persen.

“Untuk lokal asrama, kami menyelesaikan lantai bawah dulu. Kalau dipersentasekan sekitar 40 persen dari target 3 lantai. Insyaallah dua bulan kalau ini sudah selesai, kami sambil mengurus perizinan untuk SMP Qur’an juga, mudah-mudahan tahun ini bisa, kami menerima SMP Qu’ran mohon doa agar Allah mempercepat pembangunan ini,” ucap nya, Selasa petang (9/3)

Muhari mengaku kesulitan mendapatkan donatur untuk membantu percepatan pembangunan ponpes ini, akibat adanya pandemi COVID-19 yang sangat mempengaruhi berbagai sektor, termasuk perekonomian.

“Beginilah kondisinya, meski pelan tapi pasti. Untuk itulah kami mengajak siapapun yang bisa meluangkan sedikit hartanya di jalan Allah untuk mencetak generasi hafiz hafizah,  berakhlakul karimah, menjadi orang-orang yang selalu berbakti kepada nusa dan bangsa melalui pondok pesantren kami,” ajak Muhari.

Sampai saat ini menurutnya, pembelajaran ponpes tetap berlangsung, meski hanya ditempatkan di kediamannya yang tidak jauh dari lokasi dibangunnya ponpes ini.

“Alhamdulillah santrinya terus bertambah, karena selain belajar Qu’ran dan tahfidz, mereka juga kami isi wawasan anak-anak dengan bahasa Arab dan kitab kuning,” jelasnya.

Untuk itu kembali Muhari mengharapkan, bagi yang ingin beramal jariyah bisa secara langsung datang ke lokasi pesantren di Guntung Manggis atau via rekening Bank Syariah Mandiri dengan nomor 7136917565, atas nama yayasan Raudhatul Muta’allimin Annahdliyah. (RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.