7 Mei 2021

Lagi, Kalsel Cetak 112 Ribu Lebih Lembar Penggantian Dokumen Kependudukan

2 min read

Kepala Disdukcapil dan KB Kalsel, Irfan Sayuti

BANJARBARU – Terhitung sejak Rabu 3 Maret 2021 lalu. Pemerintah, kembali berhasil mengganti dokumen kependudukan yang rusak dan hilang pasca banjir di Kalimantan Selatan sebanyak 112.433 lembar.

Kepala Disdukcapil dan KB Kalimantan Selatan Irfan Sayuti menyebutkan khusus dokumen kependudukan yang baru dengan total hampir berjumlah ratusan ribu lebih itu, kini telah diterima oleh warga di 8 kabupaten dan bahkan mereka itu merupakan korban terdampak bencana banjir.

“Pelayanan penggantian dokumen kependudukan yang telah dilaksanakan oleh Dukcapil diantaranya meliputi Kabupaten Tanah Laut, Batola, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU) bahkan secara keseluruhan sudah teratasi,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Jumat (5/3) kemarin.

Dia merincikan total keseluruhan yang kini telah mencapai sekitar 112.433 lembar dan berhasil dicetak ulang yakni meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kematian dan Akta Kelahiran .

“Khusus KK itu sudah ada sekitar 111.000 lembar, e-KTP sebanyak 1.110 keping blangko, Akta Kematian ada 31 lembar dan Akta Kelahiran berjumlah 292 berkas dari total 8 kabupaten di Kalsel,” katanya.

Irfan menghimbau apabila sampai saat ini belum mendapatkan penggantian dokumen kependudukan baru. Maka, disarankan agar segera mendatangi langsung ke kantor induk Dinas Dukcapil setempat.

“Dalam dua hari yang lalu setelah mendapatkan informasi dari Kepala Bidang Data Kependudukan, belum ada laporan terkait dokumen kependudukan yang tercecer. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan hingga paratur desa. Jadi disarankan apabila belum mendapatkan agar segera mengurus ke Dinas Dukcapil terdekat di kabupaten/kota sesuai domisili berasal,” imbaunya.

Sebelumnya, Ia menjelaskan tercatat pada 1 Maret 2021 kemarin, Dinas Dukcapil kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sedikitnya juga telah mencetak ulang Kartu Keluarga (KK) yang baru sebanyak 110.967 lembar dan e-KTP sekitar 1.024 keping.

“Karena wilayah Kalsel ini cukup luas, kalau pun itu tercecer, maka akan kami prioritaskan. Akan tetapi, dari update 3 – 5 Maret 2021 baik KK, KTP akta kematian dan akta kelahiran dari 8 kabupaten terdampak banjir bahkan sampai saat ini seluruhnya sudah dicetak dan kini belum ada penambahan,” katanya.

Dia membeberkan selain tercatat sebagai warga yang tertib administrasi, dokumen kependudukan juga dapat dipergunakan apabila diperlukan sebagai lampiran syarat dalam penerima bantuan.

“Seperti rehabilitasi rumah, santunan kematian atau bantuan sosial lainnya di masa pemulihan akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Kalimantan Selatan untuk digunakan melajukan pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Dukcapil tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“DAK itu untuk memastikan agar layanan minimal adminduk semuanya terpenuhi di Provinsi Kalsel, termasuk untuk pelayanan Kartu Identitas Anak. Apalagi layanan 24 dokumen kependudukan sudah sangat dipermudah dengan layanan online. Dari 24 dokumen kecuali KTP-el dan KIA sudah bisa dicetak dari rumah penduduk dengan kertas putih biasa dan tanda tangan elektronik, sehingga layanan lebih cepat dan lebih menghemat anggaran,” bebernya.

Terlebih, dirinya memaparkan dalam rangka memaksimalkan layanan kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) di wilayah Kalimantan Selatan, bersama Mendagri Tito Karnavian telah menghibahkan bantuan dua mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

“Kalsel termasuk provinsi dengan kinerjanya dinilai bagus diatas rata-rata. Terkait kedatangan kemarin, Ditjen Dukcapil dan Mendagri sudah menempatkan mesin tersebut di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan,” ungkapnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.