18 April 2021

Dapat Bantuan Dari TP PKK Kalsel, Korban Banjir Berharap Bantuan Pelatihan Kerajinan

2 min read

Suasana saat Pj TP PKK Kalsel menyerahkan bantuan di Batola

BATOLA –Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berbagi kepedulian untuk para korban banjir di Kecamatan Rantau Badauh, Jejangkit, dan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, pada Jumat (5/3).

Penyerahan bantuan TP PKK Kalsel untuk korban banjir di Batola

Bantuan dalam bentuk paket sembako antara lain berisi minyak goreng, teh, gula, tepung terigu, dan mie instan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pj Ketua TP PKK Kalsel, Safriati Safrizal, di Sekretariat TP PKK Batola di Kota Marabahan.

Sebagian paket lagi, diantar langsung rombongan TP PKK Kalsel ke Desa Bangun Baru Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Batola.

Untuk mencapai lokasi ini, Pj Ketua PKK bersama rombongan menaiki perahu mesin kecil (klotok) sekitar 40 menit, dilanjutkan menggunakan motor untuk sampai di Balai Desa setempat.

Kepala Desa Sinar Baru 2, Mujiansyah menyampaikan terima kasih, atas perhatian TP PKK Provinsi Kalsel yang mengantar langsung bantuan paket sembako. Saat ini, sembako memang diperlukan warga, apalagi banyak yang belum bisa bekerja mencari penghasilan untuk menutupi kebutuhan keluarga.

“Banyak warga yang mengalami  kerugian akibat banjir, jeruk banyak yang mati dan tanaman lain serta ternak,” ujarnya.

Di desa yang warganya sempat terdampak banjir hampir satu bulan itu, Safriati berusaha menyemangati agar  tidak berdiam diri dengan kondisi yang mereka alami.

Ia pun berbagi pengalaman, bagaimana keluarganya tertimpa bencana banjir dan tsunami di Aceh beberapa tahun lalu.

Dikatakan Safriati, di Aceh waktu itu, sempat banyak orang putus asa dan berniat meninggalkan tempat tinggalnya.

Namun, Safriati berusaha memotivasi mereka agar bersama-sama memperbaiki rumah dan lingkungan, sehingga bisa tinggal dengan nyaman.

“Kita bisa bekerja sama, jangan kerja sendiri-sendiri, susah,” ujarnya.

Pasca banjir, memang banyak aktivitas yang tidak bisa dilakukan segera. Mulai dari kesulitan berkebun akibat  tanaman mati hingga kerusakan fasilitas umum yang mengganggu mobilisasi warga.

“Tapi kita harus tetap semangat dan melakukan aktivitas sebisanya seperti menjahit, bikin masker, atau minimal bermain dengan anak-anak supaya pikiran tidak ke mana-mana,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Safriati berdialog dengan warga setempat. Ia mendengarkan keluhan mereka dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi.

Dari dialog, sebagian  warga menginginkan adanya bantuan pemerintah berupa bibit tanaman, khususnya mengganti jeruk yang banyak mati akibat banjir beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada bimbingan atau pelatihan kepada kaum ibu-ibu setempat,  seperti kerajinan sasirangan, pembuatan kue kering, atau kegiatan ekonomi kreatif lainnya yang bisa menjadi penghasilan tambahan warga. (BIROADPIM-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.