18 April 2021

320 CPNS Ikuti Latsar Secara Daring

2 min read

Kepala BPSDMD Kalsel, M. Nisfuani

BANJARBARU – Sebanyak 320 CPNS dari berbagai angkatan dipastikan telah mengikuti Latihan dasar (Latsar). Meski dilakukan secara daring atau online, kegiatan ini ternyata mampu berjalan baik dan maksimal.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan, Muhammad Nisfuani mengaku sangat bersyukur dengan terselenggaranya kegiatan Latsar CPNS ini.

“Alhamdulillah, BPSDMD Kalsel telah melaksanakan Latsar CPNS dan secara resmi dibuka sebanyak dua kali,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (3/3) kemarin.

Bahkan, Ia mengungkapkan, dari hasil tahap pertama hingga kedua, BPSDMD Kalsel berhasil melahirkan 8 angkatan melalui Latsar yang telah digelar. Bahkan, kegiatan tersebut sampai kini masih berjalan.

“Untuk tahap I ada 4 angkatan sebanyak 160 orang dan tahap II dengan jumlah angkatan yang sama yakni sekitar 160 juga, berarti total ada 320 orang yang berhasil mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan menuturkan terselenggaranya kegiatan Latsar CPNS berbasis daring ini dikarenakan akibat kondisi pandemi COVID-19 yang begitu massif.

Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan

“Mengingat zona di Banjarbaru masih berstatus merah, maka amannya menggunakan sistem daring atau online. Namun demikian, prokes tetap kami terapkan meski latsar yang digelar berbasis digital atau jarak jauh,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kasubbid Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSDMD Kalsel, Abdul Haris menjelaskan sesuai dengan arahan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI bahwa zona dengan resiko rentan terhadap penyebaran COVID-19, maka dianjurkan pelaksanaannya pun harus dengan sistem daring yang masih mengacu kurikulum yang telah ditetapkan.

Kasubbid Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSDMD Kalsel, Abdul Haris

“Tahapannya kan kami minta izin prinsip dulu ke LAN RI. Oleh lembaga ini menyampaikan melalui suratnya, apabila zona ditempat penyelenggaraan itu masih kuning dan merah, maka mereka pelaksanaanya pun harus menggunakan pendidikan dengan cara listen learning atau pembelajaran jarak jauh. Namun, karena Kota Banjarbaru masih diposisi merah maka kegiatan tersebut digelar secara online,” katanya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.