18 April 2021

Sasar Lansia, Vaksin Tahap Kedua Resmi Dimulai di Kalsel

2 min read

Suasana saat pemberian vaksin disaksikan langsung pj gubernur Kalsel (paling kiri) dan kepala dinas kesehatan Kalsel (dibelakang) pada Rabu (03/03)

BANJARMASIN – Setelah pada Januari – Februari 2021, vaksinasi tahap pertama digelar dengan sasaran Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), kini pada Maret 2021, giliran masyarakat umum yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 gratis dari pemerintah. Terutama untuk kalangan lanjut usia dan pelayanan publik. Peluncuran program vaksinasi tahap kedua ini, dilakukan langsung oleh pj gubernur Kalsel Safrizal ZA, pada Rabu pagi (3/3) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Peluncuran ini ditandai dengan pemberian vaksin termin pertama kepada kurang lebih 100 lansia dan pelayanan publik yang diundang. Diantaranya dari perwakilan DPRD, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga jurnalis.

Kepada wartawan, usai menyaksikan pemberikan vaksin kepada para lansia, pj gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan, bahwa dirinya segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) agar 13 kabupaten/kota mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat.

“Proses vaksinasi ini harus dipercepat, agar jatah vaksin sebanyak lebih dari 69.000 dosis yang sudah diterima saat ini, dapat segera dihabiskan. Dengan begitu saya dapat meminta pengiriman vaksin lagi kepada pemerintah pusat, untuk memastikan target vaksin tahap kedua ini, seluruhnya tertangani. Kita targetkan sekitat  130.000 orang mendapatkan vaksin tahap kedua. Jumlah ini memang kecil dibanding jumlah penduduk Kalsel yang 4 juta jiwa lebih, namun setidaknya kita harus mampu membuktikan terlebih dulu, dapat menghabiskan vaksin yang ada saat ini”, ujar lelaki yang saat ini juga menjabat sebagai wakil ketua satgas COVID-19 pusat tersebut.

Sementara itu, wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Abdul Hafiz Anshari, yang juga berkesempatan diundang untuk mendapatkan vaksin COVID-19 pada Rabu (3/3), meminta masyarakat untuk tidak takut dan ragu untuk divaksin.  Karena vaksin merupakan salah satu ikhtiar bernilai ibadah, mengingat dengan jalan ini dapat mengeluarkan umat dari wabah penyakit.

“Saya juga tegaskan, bahwa vaksin COVID-19 ini suci dan halal. Dibanding vaksin yang lain, halal namun belum tentu suci. Ini harusnya juga dapat semakin meyakinkan masyarakat untuk tidak takut divaksin. Rasanya juga tidak sakit, sama seperti kita mendapatkan vaksin meningitis dan influenza, sebelum berangkat umroh atau haji,” tutupnya. (RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.