18 April 2021

Membanggakan! Bibit Jagung Katuju, Mampu Bersaing Dengan Benih Impor

2 min read

Pj gubernur Kalsel (tengah) saat melakukan panen raya jagung Katuju, didampingi Bupati Tanah Laut (paling kanan) pada Selasa siang (02/03)

TANAH LAUT – Diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Tanah Laut, Sukamta dan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, acara Panen Raya Jagung Hibrida JH37 yang berlokasi di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut,  resmi dimulai, pada Selasa (2/3).

Benih dari jagung hibrida JH37 yang dipanen dalam panen raya kali ini,  merupakan hasil produksi 3 kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut.

“Panen yang kita laksanakan hari ini, benihnya diproduksi oleh 3 kelompok tani dari Kabupaten Tanah Laut, yakni Tirta Jaya dari Kecamatan Bajuin, Desa Benua Langsat serta Desa Telaga Lawas dari Kecamatan Tangkisung,”  ujar Bupati Tanah Laut, Sukamta dalam sambutannya.

Sukamta juga menyebutkan, harga jual jagung Katuju ini, yaitu Rp6.000 per tongkol dan Rp20.000 untuk jagung pipil dengan kadar air 15.

Hasil produksi jagung hibrida ini sendiri mampu penuhi 50 persen  kebutuhan produksi pada 2 pabrik pakan ternak yang ada di Tanah Laut. Kedepannya Bupati harapkan hasil pertanian kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Selatan, dapat penuhi kebutuhan bahan baku sepenuhnya dan tidak perlu lagi mendatangkan dari daerah lain.

Pj Gubernur Provinsi Kalsel Safrizal ZA mengucapkan  syukur, atas berlimpahnya hasil produksi tani di daerah Kalimantan Selatan.

Selain jagung yang memang pusat produksinya ada di Tanah Laut, ada juga produksi padi yang hasil panennya surplus sekitar 1,5 juta ton.

Pj gubernur juga mengharapkan,   kedepannya harga bibit jagung dapat bersaing dengan benih yang di impor dari luar negeri. Karena bibit ini merupakan hasil produksi lokal, bibit ini bersifat adaptif.

“Bibit jagung hibrida JH37 Katuju ini imun terhadap perubahan cuaca, berbeda dengan bibit impor yang tidak mampu menghadapi perubahan cuaca. Bibit ini hebat,” ujar Safrizal dalam sambutannya.

Hadir juga dalam panen jagung kali ini, Direktur Perbenihan sebagai perwakilan dari Kementrian Pertanian, Pejabat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel maupun pemkab Tanah Laut, serta segenap unsur.

Selain sebagai bentuk syukur acara Panen Raya, pemotongan tumpeng di awal acara juga merupakan bentuk syukur atas 45 tahun kedatangan transmigran di Desa Gunung Melati, Direktur Perbenihan, Gubernur, Bupati beserta jajaran juga melaksanakan tanam benih dan panen jagung secara simbolis. (BIROADPIM-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.