6 Mei 2021

DPRD Banjarmasin : Segera Terbitkan Perwali Larangan Elpiji 3 KG Dijual ke Pengecer

2 min read

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi

BANJARMASIN – Komisi II DPRD Banjarmasin, akan segera menyampaikan surat ke pimpinan Dewan Banjarmasin, untuk mengusulkan ke Pemerintah Kota, agar segera diterbitkan melalui Perwali, larangan tabung melon dijual ke pengecer.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Faisal Hariyadi, kepada wartawan pada Kamis (25/2). Menurutnya,

saat ini elpiji 3 kilogram menjadi keluhan masyarakat, khususnya warga yang tidak mampu, karena harga di tingkat pengecer sangat tinggi, dab tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang hanya Rp17.500 pertabung, namun sekarang harga satu tabung melon telah mencapai hingga Rp60.000.

“Kami usulkan ke Pemerintah Kota, solusi jangka pendek, menerbitkan Perwali khusus  elpiji 3 kilogram, tidak boleh dijual eceran,” ucapnya.

Lebih lanjut Faisal menyampaikan, sekarang ini untuk penjualan ditingkat distributor hingga ke pangkalan, masih diawasi pertamina, sehingga kalau menyalahi ketentuan menjualnya, maka akan disanksi, sedangkan bagi para pengecer,  pengawasannya bukan dari pertamina.

“Kita telah menerima data dari pertamina, saat ini ada sebanyak 600 pangkalan yang tersebar di 5 Kecamatan, kemudian distribusi tabung melon untuk warga Kota Banjarmasin sekitar 19.000 perharinya, sehingga dinilai cukup memenuhi bagi kebutuhan warga,” katanya.

Faisal berharap, persoalan elpiji 3 kilogram di Kota ini, dapat segera teratasi, apalagi pasca musibah banjir pada bulan Januari 2021 lalu, yang telah menyebabkan kondisi infrastruktur banyak rusak, otomatis distribusi terganggu, sehingga kuota distribusinya mengalami kekurangan, namun melalui komitmen bersama- sama, untuk menangani masalah ini, tentulah akan menghasilkan solusi yang tepat dan cepat.

Untuk diketahui, langka dan mahalnya elpiji 3 kilogram sudah hampir satu pekan, pihak Hiswana Migas Kalsel, mengklaim penyebabnya kerusakan infrastruktur akibat banjir pada Januari 2021 lalu, sehingga untuk jangka pendek, perbaikan jalan dan jembatan akan mampu mempermudah pendistribusian tabung melon tersebut. (NHF/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.