6 Mei 2021

Raperda Penyelenggaraan Kesehatan dan Raperda Kebun Raya Banua, Sah Menjadi Perda

2 min read

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan mensahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyelenggaraan Kesehatan dan Raperda Tentang Kebun Raya Banua menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Pengesahan dua Raperda tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Rabu (24/2).

Dalam laporannya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Kesehatan, Hariyanto menyampaikan substansi Hasil Fasilitasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui surat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah tanggal 30 Desember 2020 dengan perihal Fasilitasi Raperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan dengan substansi Peraturan Daerah ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah, masyarakat dan swasta serta pemangku kepentingan dalam pengembangan, pembangunan dan penyelenggaraan kesehatan di daerah guna meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

“Ruang lingkup Peraturan Daerah ini meliputi penyelenggaraan kesehatan, manajemen dan informasi, peran serta dan pemberdayaan masyarakat, jaminan kesehatan, pembinaan dan pengawasan serta pendanaan,” jelasnya.

Diharapkan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah ini, nantinya tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi sehingga Peraturan Daerah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Kebun Raya Banua, Suwardi Sarlan menyampaikan ada beberapa saran dan himbauan yang diharapkan mendapat perhatian bersama yaitu dengan akan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah tentang Kebun Raya Banua ini dapat menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan dan atau pengelolaan Kebun Raya Banua yang optimal berdasarkan fungsinya.

“Kebun Raya Banua yang ada sekarang ini diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai wahana konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan dan penyuluhan lingkungan,” katanya.

Kebun Raya Banua sebagai fungsi wahana wisata diharapkan dapat menunjang peningkatan sumber pendapatan bagi daerah dan operasional Kebun Raya Banua dalam melaksanakan tugas fungsinya.

Sedangkan, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA menyampaikan kedua Raperda yaitu Raperda Penyelenggaraan Kesehatan dan Raperda Kebun Raya Banua yang baru disahkan menjadi Perda ini memang cukup urgen dan diperlukan dalam rangka membangun daerah Kalimantan Selatan menjadi lebih baik dan lebih maju, termasuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan segera menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme prosedur pembentukan produk hukum daerah dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan, sehingga dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.