6 Mei 2021

Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan Menuju IKN

2 min read

Pj Gubernur Kalsel saat mengendarai mesin combine harvester pada Rabu siang (24/02)

BATOLA – Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA menghadiri panen raya padi unggul seluas 250 hektar di desa Beringin Jaya Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Batola, pada Rabu siang (24/2).  Didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel Ir Syamsir Rahman, Wakil Bupati Batola Rahmadiannoor dan unsur Forkopimda setempat, Safrizal mengawali panen dengan mengoperasikan combine harvester.

Pj gubernur mengajak para petani setempat,  agar senantiasa bersyukur atas keberhasilan panen ini dengan menunaikan zakatnya.

“Kalsel memiliki potensi lahan pertanian seluas 553 ribu hektar, ini perlu terus dibina dan ditingkatkan, baik oleh pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi serta pusat,” katanya.

Dengan keberhasilan surplus di bidang pertanian padi ini, Kalsel tak perlu lagi mendatangkan beras impor.

“Kalsel tak perlu lagi beras impor karena mampu mencukupi kebutuhan beras sendiri,” kata Safrizal.

Ia juga telah mengusulkan, pembukaan jalan logistik kepada pemerintah pusat untuk mendukung Kalsel sebagai penyangga pangan ibukota negara (IKN) baru di Kaltim.

“Dengan surplus beras setiap tahun, saya yakin hal itu dapat kita realisasikan apalagi saat ini sudah terlaksana mekanisasi pertanian sehingga proses dan hasilnya semakin efektif serta efisien,” kata Safrizal.

Dengan diproyeksikannya Kalsel sebagai penyangga pangan IKN, maka diharapkan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Kalsel Syamsir Rahman dalam sambutannya mengatakan, panen di Beringin Jaya adalah panen perdana padi unggul di Batola.

“Selanjutnya akan disambung dengan panen padi lokal,” katanya.

Karena diketahui, Batola adalah salah satu kabupaten surplus beras setiap tahun.

“Produksi beras di Batola sebanyak 400 ribu ton itu dapat mencukupi kebutuhan se Kalsel,” kata Syamsir.

Total produksi beras Kalsel sebanyak 2,1 juta ton lebih pada 2020 sehingga terjadi surplus 1,7 juta ton.

“Surplus beras itu digunakan untuk memasok kebutuhan di provinsi lain serta disimpan sebagai cadangan pangan di berbagai kabupaten,” kata Syamsir.

Dengan keberhasilan menjaga surplus produksi beras ini, Kalsel siap menjadi penyangga bagi IKN di masa mendatang.

“Hal ini juga didukung Kebehasilan program Kementerian Pertanian di Kalsel seperti program Serasi, optimasi lahan serta food estate,” tambah Syamsir.

Selain itu, Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih atas upaya Pemprov Kalsel mendukung kemajuan pertanian di Batola.

“Terima kasih atas dukungan pemerintah provinsi sehingga Batola terus dapat meningkatkan sektor pertanian dan menjadi daerah penyangga beras,” ujar Rahmadian. (BIROADPIM-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.