2 Maret 2021

Disperkim Kalsel Terus Inventarisir Kerusakan Rumah Terdampak Banjir

2 min read

Kabid Perumahan Disperkim Kalsel, Bayu Syawaluddin

BANJARBARU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalimantan Selatan akan terus lakukan inventarisir terkait kerusakan fasilitas, termasuk rumah pribadi milik masyarakat yang terdampak akibat bencana banjir guna segera diperbaiki.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Kalsel, Bayu Syawaluddin mengatakan meski inventarisir data telah berhasil dilakukan dan masih bersifat sementara. Namun, pihaknya menemukan ada dua wilayah yang mengalami rusak parah dan berat akibat bencana banjir.

“Kalau Kabupaten Banjar itu rusak berat ada sebagian kecamatan, dan rusak parah berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Bayu di ruang kerjanya, Senin (22/2) siang.

Bayu mengungkapkan, dari data yang diterima oleh pihaknya saat ini ternyata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sedikitnya ada 268 unit rumah mengalami kerusakan sangat parah akibat bencana yang disebabkan oleh banjir.

“Memang ada di HST dan data yang didahulukan oleh mereka itu yakni kerusakan sangat parah,” ungkapnya.

Diungkapkannya, selain HST, Kabupaten Banjar juga mengalami dampak rusak berat akibat bencana banjir, yakni sekitar 173 unit rumah dan ini merupakan paling terbanyak dari daerah lain.

“Kabupaten Banjar paling banyak untuk rusak berat,” tegasnya.

Kendati data ini masih bersifat sementara dan terus dilakukan inventarisir, Bayu melajutkan, untuk alokasi perbaikan pasca bencana banjir akan tetap dibebankan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari pusat.

“Karena sifatnya bencana ini nasional maka akan dibebankan ke pusat melalui BNPB dan data yang sementara itu juga telah diserahkan ke BPBD Kalsel,” ungkapnya.

Disamping itu, Bayu menyebutkan, bahwa salah satu titik fokus pihaknya dalam penanganan pasca banjir ini bukan hanya di HST dan Banjar saja. Akan tetapi, Barito Kuala dan Tanah Laut ternyata juga menjadi tempat konsentrasi mereka.

“Pemda melalui BPBD, kami terkonsentrasi hanya ada empat kabupaten salah satunya HST, Banjar, Tala dan Batola. Dimana, daerah ini paling terdampak,” paparnya.

Dari data yang terlampir, untuk Tanah Laut (Tala) tercatat mengalami kerusakan berat sekitar 127 unit dari 11 kecamatan. Sementara, di Kabupaten Barito Kuala (Batola) rumah rusak ringan telah mencapai 1.812 unit, sedang sebanyak 13 unit dan berat hanya 1 unit.

“Khusus HST dan Batola sudah di SK kan oleh Bupatinya sehingga bisa segera mendapatkan perbaikan. Namun, untuk Tala dan Banjar hingga kini masih menunggu pengesahan dari kepala daerahnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 13 kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Selatan, hanya ada 10 wilayah yang masuk dalam data inventarisir terdampak banjir. Dimana, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tidak ada didalam daftar tersebut. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.