7 Mei 2021

Bendungan Tapin, Mampu Kendalikan Banjir di Tapin

2 min read

Presiden (jaket merah) didampingi sejumlah tamu dan undangan, saat meninjau bendungan Tapin pada Kamis (18/02)

TAPIN – Presiden Joko Widodo meresmikan bendungan Tapin yang berada di desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (18/2).

Presiden (jaket merah) saat menekan tombol sirine tanda diresmikannya bendungan Tapin pada Kamis (18/02)

Pembangunan bendungan yang diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi hingga ke lahan-lahan sawah milik petani tersebut, dilakukan dalam 5 tahun pengerjaan, dengan biaya mencapai Rp986,5 miliar.

“Bendungan ini dibangun lima tahun yang lalu dari 2015 dan sekarang telah selesai,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutan peresmiannya.

Bendungan Tapin memiliki kapasitas tampung 56,77 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 425 hektar. Hadirnya bendungan tersebut di Kabupaten Tapin, akan bermanfaat bagi pengairan kurang lebih 5.472 hektar lahan pertanian setempat, menyediakan air baku hingga 500 liter per detik, berpotensi menyediakan tenaga listrik sebesar 3,3 megawatt, dan mereduksi banjir hingga 60 persen.

Untuk diketahui, sebelum diresmikan oleh Presiden, bendungan tersebut telah mampu memberikan dampak instan atas kehadirannya di wilayah tersebut.

 Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA melaporkan, bahwa bendungan yang merupakan proyek monumental di Kalimantan Selatan itu, mampu mereduksi aliran banjir yang membuat Kabupaten Tapin menjadi satu dari sejumlah wilayah yang memperoleh dampak minim, saat terjadi banjir beberapa waktu lalu.

“Masyarakat bersyukur atas keberadaan bendungan Tapin yang diresmikan Presiden hari ini. Sebelum diresmikan, atas berkat rahmat Allah SWT, bendungan ini telah bekerja dengan sangat efektif. Dalam banjir besar kemarin, bendungan ini berhasil menahan banjir untuk Kabupaten Tapin,  sehingga kabupaten Tapin merupakan salah satu kabupaten yang paling kecil mendapat efek banjirnya,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo kemudian mengatakan, dampak reduksi banjir dari keberadaan bendungan tersebut,  harus disertai dengan penanganan menyeluruh mulai dari sisi hulu hingga hilirnya.

“Penghutanan kembali, penanaman kembali di lahan-lahan terutama yang berkaitan dengan daerah aliran sungai yang ada ini perlu segera dilakukan secara besar-besaran, kalau kita tidak mau lagi terkena banjir di masa-masa yang akan datang,” kata Presiden.

Selain mereduksi dampak banjir, Bendungan Tapin nantinya juga diharapkan akan turut berperan dalam peningkatan sektor pertanian di Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut melakukan peninjauan fasilitas dan melakukan penebaran benih ikan patin, nila, gabus, dan papuyu di kawasan bendungan.

Sebelumnya, pada 14 Februari 2021 lalu, Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan Bendungan Tukul yang berada di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan air serta memberikan nilai tambah dan keuntungan sebesar-besarnya bagi daerah dan masyarakatnya.

Selesainya pembangunan Bendungan Tukul dan Bendungan Tapin tersebut, menambah daftar panjang sejumlah bendungan yang telah dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hadir dalam acara peresmian Bendungan Tapin ini di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, hingga Bupati Tapin Muhammad Arifin Arpan. (BIROPERSSEKRETARIATPRESIDEN-RIW/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.