17 Mei 2021

Pemprov Kalsel Akan Gunakan DAK dan BOS Untuk Perbaikan Infrastruktur Sekolah

2 min read

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, M. Yusuf Effendi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan gunakan bantuan alokasi khusus DAK dan BOS untuk perbaikan infrastruktur serta sarana prasarana sekolah yang rusak akibat bencana banjir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, Muhammad Yusuf Effendi mengatakan melalui hasil diskusi bersama dengan Direktur Pembina SMA, bahwa bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemendikbud RI bisa direposisi untuk membantu perbaikan sekolah yang rusak akibat diterjang banjir.

“Kalau semua kerusakan yang disebabkan oleh banjir di kementerian memang tidak ada alokasi khusus untuk upaya menanggulangi itu. Akan tetapi, opsi yang disampaikan adalah mereposisi DAK tadi ke sekolah yang terdampak rusak parah tadi,” ungkapnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (17/2) siang.

Dijelaskannya, apabila ada sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan yang menerima bantuan DAK dari Kemendikbud RI, akan tetapi, tidak mengalami dampak buruk akibat banjir. Maka, alokasi tersebut boleh digeser atau direposisi ke sekolah yang membutuhkan.

“Jadi, apabila ada sekolah yang mendapatkan DAK dan infrastrukturnya tidak terdampak akibat banjir. Hal tersebut, boleh digeser ke sekolah yang rusak parah tadi untuk dibantu dalam proses perbaikan,” jelasnya.

Yusuf menegaskan, penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut pula harus sesuai daftar yang ingin direaliasasikan oleh sekolah. Mengingat, kebutuhan vital harus menjadi pilihan utama dari pihak satuan pendidikan.

“Khususnya DAK ini boleh digunakan untuk membangun gedung atau ruang kelas belajar (RKB), lapangan basket dan kamar mandi siswa yang rusak dengan disesuaikan menu yang dibutuhkan akibat bencana yang ditimbulkan oleh banjir tadi,” paparnya.

Selain mereposisi Dana Alokasi Khusus (DAK), Dirinya menyebutkan, Bantuan Operasional Sekolah atau BOS juga boleh dimanfaatkan untuk pengadaan kembali sarana prasarana penunjang belajar sekolah yang rusak akibat dampak banjir. Sebut saja, komputer, AC, laptop, kursi hingga meja belajar peserta didik.

“Selain mereposisi DAK tadi, pemanfaatan BOS juga boleh digunakan untuk mengganti peralatan atau fasilitas yang rusak akibat banjir. Harapannya, semoga setelah adanya pergeseran alokasi ini bisa kembali membantu siswa dalam mengikuti proses belajar pasca bencana tersebut,” pungkasnya. (RHS/RDM/RHD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.